Polisi Ringkus Imigran Srilanka Anggota Sindikat Internasional Skimming Pembobol ATM di Kudus

Kompas.com - 07/05/2019, 14:54 WIB
Satreskrim Polres Kudus memeriksa imigran asal Sri Lanka, Rasaiah Satheskumar (31)?, pelaku kejahatan skimming di Mapolres Kudus, Jateng, Selasa (7/5/2019). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOSatreskrim Polres Kudus memeriksa imigran asal Sri Lanka, Rasaiah Satheskumar (31)?, pelaku kejahatan skimming di Mapolres Kudus, Jateng, Selasa (7/5/2019).

KUDUS, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, meringkus seorang imigran asal Sri Lanka yang diduga sebagai anggota organisasi kriminal internasional spesialis pembobol Automated Teller Machine (ATM) dengan modus kejahatan skimming.

Pelaku yakni Rasaiah Satheskumar (31) yang tercatat sebagai pencari suaka ini diamankan polisi setelah hendak berupaya menguras uang nasabah perbankan dengan mengakses sistem elektronik ATM secara ilegal di wilayah Kudus.

"Kami amankan imigran pencari suaka ini beberapa hari lalu usai hendak membobol ATM. Anggota kami curiga karena dia berlama-lama di dalam ruang ATM BRI di Kecamatan Mejobo. Kami lantas bekuk pelaku saat dalam perjalanan mengendarai mobil rental yang disewanya dari Jakarta," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Tersangka Kasus Skimming Ramyadjie Priambodo Diserahkan ke Kejari Jaksel

Dijelaskan Rismanto, dari hasil pemeriksaan kepolisian menyebutkan, bahwa modus kejahatan kelompok penggasak uang perbankan ini adalah dengan membeli ATM yang sudah digandakan atau di skimming oleh kelompok hacker

Melalui pemanfaatan kartu ATM palsu tersebut, sambung dia, pelaku pun bisa leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

"Pelaku membawa 26 kartu ATM yang dibelinya dari orang Medan. Pengakuannya sih sudah tiga hari berangkat dari Jakarta. Pelaku menyasar wilayah Pantura terutama mesin ATM sepi yang ada di desa," kata Rismanto.

Baca juga: Empat Warga Rumania Pelaku Skimming Merupakan Residivis di Negara Asal

Menurut Rismanto, dalam beraksi, pelaku ini tak sendiri. Ia dikendalikan oleh rekannya yang memonitor dari Canada, Amerika Utara.

Kasus kejahatan skimming yang melibatkan orang asing ini tercatat baru pertama kali terjadi di Kudus.

"Rekannya yang di Canada memberikan kode dan nomor pin secara acak. Pengakuannya pelaku bisa membuka data rekening orang lain, namun gagal tidak bisa menarik uangnya. Pelaku mengaku belum sama sekali menguras uang. Kami masih dalami. Ini sindikat internasional," terang Rismanto.

Baca juga: Tersangka Kasus Skimming Ramyadjie Priambodo Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Pelaku dijerat dengan pasal 46 ayat 1 atau 2 Jo 30 ayat 1 atau 2 UU ITE nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini. Kami juga akan bekerjasama dengan pihak Imigrasi," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X