Kantor Camat dan Logistik Pemilu Gunungsitoli Terbakar, Polisi Periksa 14 Saksi

Kompas.com - 07/05/2019, 12:14 WIB
Kapolres Nias AKBP Deni KurniawanKompas.com/ Hendrik Yanto Halawa Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan menegaskan, pihaknya terus memburu dan berusaha mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan 825 kotak surat suara dan semua logistik Pemilu 2019 di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Dan sejumlah ruangan Kantor Camat Gunungsitoli, Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada hari Sabtu (4/5/2019) lalu.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari alat bukti penyebab kebakaran.


Baca juga: Kantor Camat dan Logistik Pemilu di Gunungsitoli Terbakar

 

Beberapa waktu lalu telah diturunkan tim labfor, inafis dan intelijen serta unsur lainnya, guna mengungkap kasus ini.

"Tim kami masih terus menyelidiki dan mendalami sejumlah alat bukti lainnya," katanya, Selasa (7/5/2019).

Dikatakan Deni, sejak kemarin telah diperiksa sebanyak 14 orang berstatus saksi, seperti personel PPK Kecamatan Gunungsitoli, petugas sekretariat dan pengamanan sendiri, yang terdiri dari sejumlah anggota dari Polres Nias.

Bila perlu, kita akan periksa juga unsur Komisioner KPU Kota Gunungsitoli, juga para saksi-saksi dari partai maupun saksi dari DPD dan saksi dari calon presiden dan wakil presiden jika memungkinkan kedepan.

"Hingga kemarin ada 14 orang telah menjadi terperiksa oleh penyidik, di Sat Reskrim Polres Nias," tegasnya.

Baca juga: Kantor Camat dan Logistik Pemilu Gunungsitoli Terbakar, Polisi Ambil Sampel di Lokasi

 

Lanjut Deni, ia tidak main-main dalam mengungkap kasus ini, dalam pemeriksaan dan olah TKP kemarin oleh Tim Labfor, ditemukan sejumlah bukti-bukti lainnya dan menjadi bahan bagi pihaknya untuk mengungkap ini.

Perlu diketahui, saat kejadian seluruh kotak dan surat suara terbakar. Akan tetapi sejumlah perangkat pemilu seperti Formulir DAA1 yang sudah ditandatangani dengan satu unit laptop Sistem Hitung (Situng), saat ini dibawah pengamanan petugas.

Ditambahkannya, terkait kapan akan terungkap. Ia meminta semua elemen untuk tetap bersabar dan mohon untuk tetap mendoakan agar dapat sesegera mungkin mengungkap kejadian ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X