Jual Obat Kuat di Sinjai, WNA China Dideportasi

Kompas.com - 07/05/2019, 11:35 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Andi Pallawarukka (kanan) saat menggelar konferensi pers terkait deportasi WNA asal Cina Zhang Hecheng, Senin (6/5/2019). Kompas.com/HIMAWAN Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Andi Pallawarukka (kanan) saat menggelar konferensi pers terkait deportasi WNA asal Cina Zhang Hecheng, Senin (6/5/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Zhang Hecheng (55), warga negara China dideportasi petugas Imigrasi Klas I TPI Kota Makassar Senin (6/5/2019)  sekitar pukul 17.30 Wita usai dipenjara tujuh bulan di lapas Klas IA Makassar.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Kota Makassar Andi Pallawarukka mengatakan, Zhang Hecheng kedapatanmenjual obat-obatan di Kabupaten Sinjai. Padahal visa yang digunakan masuk ke Indonesia adalah visa kunjungan yang hanya khusus digunakan untuk kunjungan sosial budaya, wisata, belajar dan pembicaraan bisnis.

"Ada obat kuat, suplemen dan segala macam. Memang dia ini bisnis dan beberapa obat-obatan yang dijual tidak semua dari China. Ada juga dari Sulawesi Selatan," jelas Andi Pallawarukka, Senin (6/5/2019).

Baca juga: 85.000 Ton Bawang Putih Impor dari China Akan Tiba di Indonesia


Zhang melakukan penjualan obat secara ilegal selama dua minggu. Aktivitasnya kemudian diketahui oleh tim pengawasan orang asing di Kabupaten Sinjai.

"Kalau di Sinjai baru pertama menjual. Tapi kemungkinan di tempat lain dia juga sudah melakukan transaksi jual beli. Dan baru pertama kali ditemukan oleh petugas Imigrasi," kata Andi.

Zhang Hecheng harus menjalani masa tahanan pidana selama tujuh bulan di Lapas Klas IA Makassar. Ia dipidana karena tak mampu membayar denda sebesar Rp 200 juta yang jatuhkan oleh hakim PN Makassar.

Baca juga: Malaysia Deportasi 84 Pekerja Migran asal Indonesia di Entikong

Sementara itu paspor Zhang Hecheng telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Sinjai berdasarkan perintah Pengadilan. Zhang Hecheng dideportasi ke negara asalnya dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan pengawalan petugas Imigrasi Klas I TPI Kota Makassar.

"Jadi dia tidak bisa masuk lagi ke wilayah Indonesia karena dia dicekal atau ditangkal untuk masuk Indonesia," pungkasnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X