Jelang Puasa, Perajin Bedug di Banyumas Kebanjiran Pesanan

Kompas.com - 07/05/2019, 10:20 WIB
Pekerja membuat bedug di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/5/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTARPekerja membuat bedug di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/5/2019).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Setiap memasuki bulan Ramadhan, pesanan pembuatan bedug di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meningkat drastis. Bahkan, hari pertama puasa sebagian besar perajin tetap beraktivitas membuat bedug.

Seperti yang terlihat di sebuah pelataran rumah yang tak begitu luas di Desa Keniten. Dua orang pekerja sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Satu orang tampak menghaluskan kayu dengan mesin gerinda, sementara satunya sedang memotong kayu.

"Biasanya ada enam orang yang bekerja di sini. Tapi hari ini hanya dua yang berangkat. Ini lagi pada libur awal puasa," kata salah seorang pekerja, Zaenal, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Penganut Islam Aboge di Banyumas Mulai Puasa Esok Hari

Hari itu Zaenal bersama rekannya tengah menyelesaikan pembuatan kentong. Sama halnya dengan bedug, permintaan kentong juga meningkat ketika memasuki bulan Ramadhan.

"Pesanan mulai banyak sejak sebelum Ramadhan. Sekarang dalam sehari paling tidak membuat dua buah bedug ukuran sedang sekitar 2 meter," ujar Zaenal.

Pemilik tempat pembuatan bedug, Taufik Amin mengatakan, setiap menjelang bulan Ramadhan permintaan bedug selalu meningkat. Pesanan rata-rata datang dari masjid-masjid di berbagai kota di sekitar Banyumas.

"Kenaikan lumayan tinggi. Biasanya sehari paling memproduksi satu atau paling banyak dua buah bedug. Sekarang sejak menjelang puasa, sehari rata-rata membuat tiga bedug," kata Taufik yang juga menjadi perangkat desa ini.

Baca juga: Selama Ramadhan, Seluruh Tempat Hiburan di Banyumas Tutup Total

Taufik mengatakan harga bedug produksinya bervariasi. Mulai dari harga Rp 1,5 juta untuk diameter 40 cm hingga yang termahal Rp 45 juta untuk bedug raksasa dengan diameter 1,5 meter.

Bahan baku yang digunakan untuk kerangka bedug, kata Taufik, menggunakan kayu trembesi. Sedangkan untuk kulitnya bisa menggunakan kulit sapi atau kulit domba.

"Pesanan ada dari Jakarta, Cilacap, Purbalingga dan dari Banyumas sendiri. Kota-kota lain juga ada. Biasanya kalau bulan puasa kita nambah pekerja karena pesanan meningkat," ujar Taufik.

Pembuatan bedug tersebut, menurut Taufik, dirintis oleh mertuanya pada tahun 1997. Awalnya mereka fokus membuat rebana, namun sejak awal tahun 200a-an, Taufik dan adiknya mengembangkan usaha pembuatan bedug untuk masjid.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Regional
Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Regional
Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Regional
Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Regional
Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

Regional
Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Regional
Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Regional
Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Regional
Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Regional
Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Regional
Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Regional
Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X