Kapolda Sumsel: Kunci Sel Dibuka Tanpa Dirusak

Kompas.com - 06/05/2019, 23:28 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Fakta baru kembali ditemukan dalam kasus kaburnya 30 tahanan di Polresta Palembang usai menjebol tralis ventilasi udara dalam sel. Gembok yang mengunci sel napi ditemukan tanpa mengalami kerusakan.

Temuan itu diungkapkan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (6/5/2019).

Zulkarnain mengatakan, usai mendapatkan laporan jika 30 tahanan telah kabur, ia langsung mengecek kondisi sel tahanan di Mapolresta Palembang. Dari hasil pengecekan tersebut, banyak ditemukan kejanggalan.

"Karena saya sendiri melihat, dari TKP kan itu sangat susah banget mau keluar begitu,karena di dalam sudah ada sel, terus keluar lagi baru ada pintu. Artinya kenapa juga kunci sel bisa dibuka tanpa rusak anak kuncinya?" kata Zulkarnain.

Baca juga: Tujuh Polisi yang Diperiksa Provost Polresta Palembang Dimasukkan ke Tempat Khusus

Salah satu tahanan yang tertangkap pun mengaku jika ia membuka gembok dengan menggunakan pinset sehingga tidak merusak.

Namun, pengakuan itu tidak akan menjadikan penyedikan menjadi tersendat terhadap dugaan adanya keterlibatan oknum anggota polisi yang bertugas saat kejadian itu berlangsung.

"Walaupun kata Fahmi yang merupakan aktornya pakai pinset (membuka gembok), tapi apakah betul tanpa pinset terbuka. Tetap saya akan melakukan tindakan (terhadap anggota). Kalau ada pidana, akan saya pidananakan, kalau kelalaian etika profesi bisa dipecat, " ujarnya.

Baca juga: Tak Tega Lihat Suami Dianiaya Dalam Penjara, Istri Selipkan Gergaji Besi ke Sel Tahanan Polresta Palembang

Dilanjutkan Zulkarnain, dua tim kini telah dibentuk untuk menangani kasus kaburnya 30 tahanan di Polresta Palembang. Tim pertama difokuskan untuk pengejaran dan tim kedua akan melakukan penanganan internal dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota polisi yang berjaga.

 "Sampai pagi tadi sudah delapan tahanan yang tertangkap. Tujuh ditangkap dan satu menyerahkan diri. Tentu saya senantiasa mengimbau memberitahu keluarga, bahwa keluarganya melarikan diri dari Polresta Palembang, untuk menyerahkan diri. Karena tetap akan saya kejar sampai kapanpun,"tegas jenderal bintang dua ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Regional
Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Regional
Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X