Seorang Pria Ditembak Setelah Rampok Anggota Polisi di Medan

Kompas.com - 06/05/2019, 17:18 WIB
Perampokan. ThinkstockPerampokan.

KOMPAS.com - Seorang pria asal Medan, Sumatera Utara ( Sumut), Ipeng (28), merampok seorang anggota Polri yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan. Ponsel dan uang milik anggota polisi itu raib digondol pelaku.

Sebelum dirampok, korban sudah mengatakan identitasnya. Namun, Ipeng yang merupakan warga Kampung Salam Kelurahan Bahari, Kecamatan Medan Belawan ini tetap nekat merampok petugas tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, Ipeng merupakan residivis kasus penganiayaan.

"Jadi saat itu korban hendak pulang ke rumah usai bertugas. Namun, tiba-tiba pelaku yang sebelumnya sudah mengintai langsung menyenggol korban hingga terjatuh. Di situ, tersangka langsung merampas telepon seluler berserta sejumlah uang dan kabur meninggalkan korban," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Seorang Pria Coba Rampok Sebuah Apotek Gunakan Pistol Mainan

Korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan pelaku. 

Polisi menangkap pelaku di salah satu wilayah di Medan. Pelaku ditembak di bagian kaki karena mencoba melawan dan kabur saat diamankan. 

"Sebab, pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan yang sebelumnya dikeluarkan,” kata Jerico.

Baca juga: Ini Kronologi 5 Rampok Tembak Mati Seorang Ibu Rumah Tangga di Riau

Pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Pelabuhan untuk proses lanjut.

Pelaku diancam Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Nekad Merampok Seorang Polisi, Begini Nasib Ipeng



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Regional
2 Partai Resmi Mengusung Yesi dan Adly Fairuz di Pilkada Karawang

2 Partai Resmi Mengusung Yesi dan Adly Fairuz di Pilkada Karawang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X