Seorang Pria Coba Rampok Sebuah Apotek Gunakan Pistol Mainan

Kompas.com - 06/05/2019, 11:57 WIB
Ilustrasi Senjata Api atau Pistol TOTO SIHONOIlustrasi Senjata Api atau Pistol

KOMPAS.com - Sebuah percobaan perampokan terjadi di Apotek Kimia Farma, Jalan Teuku Umar Barat Nomor 26, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Minggu (5/5/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Percobaan perampokan oleh seorang pria menggunakan pistol mainan ini berhasil digagalkan karyawan toko.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan dikonfirmasi Tribun Bali membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dikatakannya, aksi orang tak dikenal itu gagal karena ketahuan menggunakan pistol mainan.

"Dia mau minta uang dengan cara menodongkan senjata, tapi pas didekati sama penjaga tokonya dia langsung lari. Karena diketahui dari CCTV senjatanya itu senjata mainan," ujar Ruddi, Minggu (5/5/2019).

Dia menyebut, tidak ada kerugian dalam peristiwa ini karena pelaku langsung kabur saat didekati karyawan toko.

Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat dini hari yang mana suasana dalam keadaan sepi.

Pelaku, kata Nainggolan, melancarkan aksinya dengan cara masuk ke dalam Apotek Kimia Farma lalu meminta uang dengan menodongkan senjata mainan.

"Sekitar pukul 01.24 Wita datang seorang laki-laki yang tak dikenal oleh saksi, tiba-tiba pelaku langsung menodongkan pistol ke arah saksi Gede Dwi Putra. Selanjutnya saksi melakukan perlawanan dengan merebut senjata milik pelaku. Namum pelaku kabur dan tidak sempat mengambil barang atau uang di kasir," kata Nainggolan.

Baca juga: Polisi Bentuk Tim Khusus Ungkap Perampokan Bos Toko Emas di Palembang 

Nainggolan juga membenarkan jika senjata yang digunakan perampok tersebut adalah senjata mainan.

"Hasil lidik dari CCTV terlihat mainan karena pelaku sendiri langsung ketakutan begitu ditantang balik," ujarnya.

Salah satu pegawai Apotek, Gus Adi Yasa (29) menjelaskan, dini hari itu dia dan rekannya, Gede Dwi Putra mendapat giliran kerja shift malam.

"Jadi kami kan shift malam jaga berdua. Teman saya di depan kasir, saya di belakang lagi ke toilet.

Kemudian ada seseorang yang datang dengan menggunakan jaket lengkap, helm dan penutup wajah yang hanya terlihat matanya aja.

Pelaku langsung mengacungkan senjata  yang awalnya terlihat seperti senjata api. 

Tak tinggal diam, Gede Dwi Putra berusaha melawan dengan langsung menepis senjata tersebut dan berusaha merebutnya.

Ia pun langsung memanggil Gus Adi Yasa yang sedang berada di toilet.

Gus Adi Yasa yang mendengar teriakan temannya langsung menuju kasir.

Melihat korbannya berjumlah dua orang, perampok itu ciut nyali dan langsung melarikan diri ke arah barat menggunakan sepeda motor.

"Nah dari sana penjahatnya mulai ragu untuk merampok, lalu teman saya berteriak dan memanggil saya, 'Gus.. Gus..' jadi saya ke depan. Saya datang dilihat sama perampoknya terus dia langsung lari. Senjata semacam pistol, tapi enggak tahu itu asli apa enggak, yang jelas itu kecil dan dia sendiri," lanjutnya.

Baca juga: Polisi Duga Ada Informasi Orang Dalam Terkait Perampokan Bos Toko Emas di Palembang

Diceritakan, perampok berpostur tinggi besar itu tidak mengucapkan sepatah katapun saat beraksi, ia hanya menodongkan senjata dan menggerakkan tangan menunjuk brankas kasir.

"Parkir agak jauh dari kami (Apotek Kimia Farma), gak di depan sini. Perampok juga tidak mengeluarkan kata-kata apa. Cuman ngasih tanda keluarin uang, mulut juga tertutup dengan kain," tambahnya.

Meski sempat memberikan perlawanan, Gus Adi Yasa mengaku sempat panik, pasalnya kejadian seperti itu baru pertama kali ia dan rekannya alami.

"Kami kan shift malam dari jam 11 sampai jam 8 pagi. Ya sempat panik juga jaga berdua pas ada kejadian itu. Memang kondisi sudah sepi juga di sini. Ini pertama kali juga," tambahnya.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, perampokan bersenjata api itu dilakukan seorang diri.

Perampok nekat itu diketahui memakai jaket warna gelap, mengenakan helm, bercelana khaki dan menodongkan pistol kecil ke arah karyawan Apotek Kimia Farma, Gede.

Saat ini peristiwa perampokan itu telah dilaporkan ke pihak berwajib dan tengah dilakukan pengejaran. (Busrah Ardans)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Ketahuan Pakai Pistol Mainan Perampok Apotek di Bali Pilih Kabur, Aksinya Terekam CCTV.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Muda Bunuh Diri Setelah Diperkosa 7 Pemuda di Hutan, Polisi: Pelaku Terus Kami Kejar

Ibu Muda Bunuh Diri Setelah Diperkosa 7 Pemuda di Hutan, Polisi: Pelaku Terus Kami Kejar

Regional
4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

Regional
Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Regional
Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Regional
Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Regional
Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Regional
Ketika Akademi TNI 'Keukeuh' Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Ketika Akademi TNI "Keukeuh" Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Regional
Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Regional
PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

Regional
'Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri'

"Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri"

Regional
Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Regional
Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Regional
'Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter'

"Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X