Seorang PNS Ditembak karena Edarkan Sabu dan Kabur saat Ditangkap

Kompas.com - 06/05/2019, 11:44 WIB
Seorang PNS asal Kabupaten Luwu Utara, diamankan Satres Narkoba Polres Luwu Timur karena melakukan tindak pidana pengguna dan pengedar narkoba jenis Sabu, pelaku terpaksa ditembak polisi saat hendak kabur, Senin (06/05/2019). KOMPAS.com/AMRAN AMIR Seorang PNS asal Kabupaten Luwu Utara, diamankan Satres Narkoba Polres Luwu Timur karena melakukan tindak pidana pengguna dan pengedar narkoba jenis Sabu, pelaku terpaksa ditembak polisi saat hendak kabur, Senin (06/05/2019).

LUWU TIMUR, KOMPAS.com - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu Timur, karena diketahui sebagai pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu. Pelaku berinisial RW alias K.

Kasat Narkoba Polres Luwu Timur, Iptu Hery mengatakan, saat hendak ditangkap, pelaku melarikan diri sehingga kakinya ditembak aparat.

“Pelaku berupaya kabur saat dilakukan penangkapan di Jalan Kartini Lorong Empat, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, sehingga tim mengejar dan terpaksa dilumpuhkan,” kata Iptu Hery, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Wanita Hamil 6 Bulan Positif Narkoba Diamankan BNNP Riau saat Razia Tempat Hiburan Malam


Saat menggeledah pelaku, lanjut Iptu Hery, polisi menemukan 2 sachet sabu yang masing-masing seberat 5,15 gram dan 2,65 gram.

"Selain itu juga ditemukan 1 batang pireks terbuat dari kaca dan terdapat endapan sabu, 1 timbangan digital dan sebuah dompet warna cokelat," ucapnya.

Pelaku sempat dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Kemudian bersama barang bukti, pelaku dibawa ke Mako Polres Luwu Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Pesta Narkoba di Puncak Bogor, 32 Anak Muda Ditangkap di Sebuah Vila

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X