Tokoh Agama Apresiasi Pemilu di NTT Tanpa Kecurangan

Kompas.com - 06/05/2019, 08:51 WIB
Suasana pemungutan suara ulang di TPS 27 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/4/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERESuasana pemungutan suara ulang di TPS 27 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Pelaksanaan pemilu 17 April 2019 lalu yang aman, lancar dan transparan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh agama di wilayah itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT H Abdul Kadir Makarim mengatakan, pemilu kali ini berlangsung transparan sehingga berjalan baik.

"Kita lihat bahwa Pemilu 2019 di NTT transparan dan tanpa adanya kecurangan," ucap Makarim kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2019).

Makarim menampik isu yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai penuh kecurangan yang dilakukan secara struktural, masif, dan sistematis.

"Pemilu 2019 telah berjalan aman dan lancar, dan semua prosesnya dikawal secara baik dari pihak penyelenggara, aparat keamanan TNI-Polri dan berbagai unsur masyarakat terkait di dalamnya," ujarnya.

Baca juga: PKS dan PPP Protes, Satu Kecamatan Harus Ulang Rekapitulasi Suara Pemilu

Makarim pun mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar bersabar dan menunggu hasil keputusan KPU pada 22 Mei 2019.

"Tentunya, siapa pun yang terpilih itu sudah merupakan pilihan Tuhan, yang harus dihormati," kata Makarim.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) Provinsi NTT Indra Effendi mengapresiasi partisipasi seluruh masyarakat di daerah ini sehingga Pemilu 2019 dapat berlangsung aman, sukses dan tanpa ada gesekan di masyarakat.

Indra menyebut, meski Pemilu 2019 cukup rumit, tapi pelaksanaannya telah berjalan dengan lancar tanpa adanya konflik di masyarakat.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Ngada I Gusti Agung Ketut Artanaya juga mengapresiasi antusiasme masyarakat melaksanakan Pemilu 2019.

Baca juga: Ketua MUI Kendal: Terima Kasih Masyarakat, karena Pemilu Berjalan Aman

Artanaya menilai, pemilu di daerah itu sudah berlangsung jujur dan tanpa kecurangan karena semua proses dan tahapan disaksikan langsung berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

"Semuanya berlangsung transparan, sehingga warga bisa melihat langsung dan mengikuti seluruh prosesnya dengan baik. Tinggal kita bersama-sama menunggu hasilnya," katanya.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X