Kompas.com - 06/05/2019, 08:37 WIB
Pasangan suami istri dari Bandung, Asad Askaruddin dan Salma Hanifah Wandani. Keduanya sukses membangun bisnis busana muslim khusus anak dengan merek Bunayya sejak 2014. Dok. KONTANPasangan suami istri dari Bandung, Asad Askaruddin dan Salma Hanifah Wandani. Keduanya sukses membangun bisnis busana muslim khusus anak dengan merek Bunayya sejak 2014.

Mereka sejak awal juga tidak ingin berbisnis busana muslimah. Sebab, pemainnya sudah sangat banyak.

Nah, karena baru punya bayi, keduanya pun kepikiran untuk membuat busana muslim anak usia di bawah dua tahun. “Pakaian anak yang beli kan bukan anaknya, tapi orangtuanya. Dan, orangtua pasti akan membelikan apa pun yang bagus buat anak-anak mereka,” kata Asad.

Untuk pembagian kerja, sang istri mengurus desain, produksi dan perencanaan penjualan. Sementara Asad mengurusi pemasaran. Kebetulan waktu masih berstatus karyawan, ia bekerja sebagai pemasar.

Baca juga: Dicap Jadi Trendsetter Mukena Motif, Ini Kisah Rina Membesarkan Tatuis Mukena

Akhir 2015, Asad memulai usaha busana muslim anak, meski dengan modal pas-pasan. Berkat masukan dari seorang teman, ia menjalani usaha dengan sistem purchase order (PO).

Jadi, Asad baru memproduksi pakaian sesuai model yang dia tawarkan begitu ada order masuk dan pemesan sudah melunasi pembayaran. Sistem tersebut, Asad menilai, masuk akal buat yang modalnya terbatas.

“Pekerjaan selanjutnya, bagaimana caranya calon pelanggan percaya? Yaitu, dengan memberikan produk yang bagus, berkualitas, dan sesuai dengan apa yang mereka harapkan,” beber Asad .

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maklum, dengan modal pas-pasan pula, Asad memasarkan produknya secara online lewat Facebook dan Instagram. Untuk mempromosikan Bunayya, ia beriklan lewat Google Ads dan menggunakan jasa endorsement bertarif murah. “Pelan-pelan orang pun jadi tahu dan kenal Bunayya,” ujarnya.

Cerita sulitnya cari konveksi rekanan

Untuk produksi, mulanya Asad menumpang di konveksi milik mertua yang selama ini hanya membuat popok bayi.

Cuma, karena kapasitasnya terbatas, ia pun keliling mencari penjahit untuk menawarkan kongsi kemitraan. “Tapi sulit sekali, enggak ada yang mau kerjasama,” ungkapnya.

Sampai akhirnya, ada penjahit spesialis gaun yang mau menerima ajakan kerjasamanya. Itu pun setelah bujuk rayu.

Tapi, penjahit itu hanya mau menerima order dari Asad sesuai kapasitas saja, tidak mau menambah karyawan. Paling banyak ia mengerjakan 200 potong busana muslim anak.

Sampai sekarang, Asad masih bermitra dengan penjahit tersebut yang kini sudah memiliki karyawan lebih dari 10 orang. Sebetulnya, dia pernah punya pengalaman buruk.

Baca juga: Kisah Mantan Sopir Taksi Jadi Raja Bisnis Logistik di Jatim

Misalnya, karena permintaan menumpuk, penjahit tersebut kerja buru-buru. “Di situlah terjadi kekacauan, salah ukuran dan lain-lain,” tuturnya. Toh, kerjasama tetap berlangsung, karena, kata Asad, penjahit itu adalah mitra penjahit pertamanya.

Saat ini, total produksi Bunayya mencapai 6.000 potong per bulan yang dikerjakan oleh empat konveksi milik mitra. Masing-masing konveksi punya 10 penjahit hingga 15 penjahit.

Asad belum berencana membuka konveksi sendiri. Ia masih ingin fokus di produk, desain, dan penjualan. “Kalau main produksi juga, maka akan memikirkan SDM (sumber daya manusia) yang banyak dan mesin. Sedang saya masih pengusaha baru,” jelasnya.

Menambah produk atas saran distributor

Yang menarik, kebanyakan pelanggan Bunayya bukan dari Bandung dan sekitarnya, juga bukan dari wilayah lain di pulau Jawa. Order banyak datang dari Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk itu, Asad membuka kemitraan distributor, agen dan reseller yang sekarang jumlahnya 120 orang.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.