Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Agung Babussalam Timika Dirikan Lapak Takjil

Kompas.com - 05/05/2019, 21:34 WIB
Lapak takjil yang didirikan di depan Masjid Agung Babussalam, Minggu (5/5/2019)KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA Lapak takjil yang didirikan di depan Masjid Agung Babussalam, Minggu (5/5/2019)

TIMIKA, KOMPAS.com - Berburu takjil menjadi kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar umat muslim sambil menunggu datangnya waktu berbuka.

Di tahun ini, remaja Masjid Agung Babussalam, Timika, Papua, kembali mendirikan lapak takjil.

Lokasinyapun berada tepat di depan Masjid Agung Babussalam, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Timika.

Baca juga: Elpiji Melon di Polman Langka dan Mahal Jelang Ramadhan


 

Disini terdapat lebih dari 30 lapak yang nantinya menjual aneka macam menu berbuka puasa. Seperti kolak, es buah, atau kurma.

Para pedangnya pun berasal dari warga sekitar masjid. Namun, ada pula dari luar sekitar masjid, namun tidak seberapa. 

Menurut Wakil Ketua Remaja Masjid Agung Babussalam, Muhammad Dahlan, setiap pedagang membayar Rp 22.000 per hari, Rp 2.000 digunakan untuk biaya kebersihan, Rp 20.000 masuk ke kas remaja masjid.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Taliban Gempur Markas Polisi Pakai Bom Bunuh Diri

"Sekitar 30 lapak semuanya," kata Dahlan kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2019).

Setiap Bulan Ramadan, depan Masjid Agung Babussalam jadi tempat paling ramai untuk berburu takjil bagi umat muslim di Kota Timika. Bahkan, kemacetan pun tak terhindarkan.

Tetapi tahun ini, kata Dahlan, pihaknya akan berupaya mengelola lebih baik. Warga akan diarahkan memarkir kendaraan di halaman masjid.

"Kami juga imbau warga yang bawa kendaraan, langsung masuk parkir di halaman masjid," pungkas Dahlan.

Kompas TV Di Brebes, Jawa Tengah, tidak hanya daging ayam dan telur yang naik, harga bumbu dapur juga merangkak naik.<br /> Rata-rata bumbu dapur telah mengalami kenaikan dari 500 rupiah hingga Rp 2.000 rupiah. Kenaikan paling tinggi terjadi pada bawang putih, kenaikan mencapai hampir dua kali lipat. Selain disebabkan karena berkurangnya pasokan, sebagian pedagang mengatakan kenaikan ini merupakan tradisi jelang masuknya bulan suci Ramadhan.

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X