PKS dan PPP Protes, Satu Kecamatan Harus Ulang Rekapitulasi Suara Pemilu

Kompas.com - 05/05/2019, 16:20 WIB
Suasana rekapitulasi ulang di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (5/5/2019) KOMPAS.com/MASRIADISuasana rekapitulasi ulang di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (5/5/2019)

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Utara merekomendasikan rekapitulasi suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Keputusan itu diambil setelah Bawaslu menggelar sidang atas laporan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Aceh Utara dengan dugaan kecurangan penghitungan hasil di kecamatan tersebut.

“KIP Aceh Utara sedang menjalankan proses rekapitulasi suara ulang itu. Panwas Kecamatan Seunuddon sudah diintruksikan untuk memantau ketat proses rekapitulasi ulang di seluruh TPS, di sana ada 74 TPS,” kata Komisioner Bawaslu Aceh Utara, M Nur Furqan, Minggu (5/5/2019).

Baca juga: Papan Bunga Kemenangan Prabowo-Sandi Dipasang Berjejer di Jalanan Banda Aceh


Dia menyebutkan, proses rekapitulasi masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam tiga hari. Setelah itu akan dimasukan dalam proses rekapitulasi di tingkat kabupaten yang sedang berlangsung di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe.

“Kami harap tidak terjadi lagi kesalahan rekapitulasi suara. Karena itu, kami intruksikan Panwas Seunuddon mengawal proses itu secara ketat,” pungkasnya.

Baca juga: Real Count KPU, Jokowi-Maruf Amin Menang di Semua Kecamatan di Solo

Sebelumnya, PKS dan PPP melaporkan seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seunuddon, Aceh Utara, ke Bawaslu Aceh Utara.

Kedua partai itu menduga ada kecurangan, suara calon anggota legislatif tingkat DPRD Kabupaten Aceh Utara dari kedua partai itu hilang dan beralih ke partai lainnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X