Dari Pawai Beduk hingga Desa Ramadhan, Tradisi Menjelang Puasa di Karawang

Kompas.com - 04/05/2019, 23:17 WIB
Ribuan masyarakat turut memeriahkan pawai bedug hias menjelang Ramadhan, Sabtu (4/5/2019).KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Ribuan masyarakat turut memeriahkan pawai bedug hias menjelang Ramadhan, Sabtu (4/5/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Sekitar puluhan beduk diarak dalam pawai menjelang Ramadhan, Sabtu (4/5/2019). Pawai ini diikuti ribuan warga, mulai dari santri, ulama, hingga komunitas.

Pawai beduk hias ini dimulai dari Masjid Agung Karawang, Jalan Kertabumi, Jalan Tarumanegara, Jalan Niaga, Jalan Tuparev, dan berakhir di Masjid Agung Karawang.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Warga Semarang Gelar Tradisi Dugderan


"Ini menjadi agenda rutin menjelang Ramadhan. Sebagai pengingat bahwa beduk itu budaya kita semenjak dulu," ujar Irwan Taufik, perwakilan Aliansi Pergerakan Islam Karawang (Aspika) usai pawai di Masjid Agung, Sabtu (4/5/2019).

Beduk yang diarak dihias berdasarkan kreativitas masing-masing. Bahkan, komunitas Vespa pun tak mau kalah. Mereka turut menghias Vespa mereka dengan beduk kecil lengkap dengan hiasan.

Selain pawai, di lingkungan Masjid Agung Karawang juga bakal digelar Desa Ramadhan, mulai 8-28 Mei 2019.

Baca juga: Tradisi Meugang Sambut Ramadhan, Harga Daging Naik Tajam di Aceh

Berbagai kegiatan bakal digelar, di antaranya pesantren kilat, gerakan menutup aurat, menghapus tato, kuliner menjelang buka puasa, hingga ngabajidor.

"Targetnya akan menjadikan Desa Ramadhan sebagai destinasi wisata religus," kata Asep, Kepala Desa Ramadhan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X