Rebutan Formulir DB1 Anggota KPU Pamekasan Ribut dengan Saksi Partai

Kompas.com - 04/05/2019, 23:00 WIB
Syamsul Maarif (berjaket biru) terlibat keributan dengan para saksi partai politik karena rebutan formulir DB1 di aula gedung PKPN Pamekasan, Sabtu (4/5/2019). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Syamsul Maarif (berjaket biru) terlibat keributan dengan para saksi partai politik karena rebutan formulir DB1 di aula gedung PKPN Pamekasan, Sabtu (4/5/2019).

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Belasan saksi partai politik di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terlibat kericuhan dengan salah satu anggota komisioner KPU Pamekasan, Syamsul Muarif saat rapat pleno lanjutan rekapitulasi hasil Pemilu, di aula gedung PKPN Pamekasan, Sabtu (4/5/2019) malam.

Pemicu keributan yakni, para saksi diminta tanda tangan formulir DB1 tentang hasil rekapitulasi seluruh Dapil di Pamekasan.

Padahal, Dapil 5 Pamekasan yang meliputi Kecamatan Larangan, Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Galis, belum selesai direkap. Tiba-tiba, Syamsul menyodorkan formulir DB1 agar semua saksi tanda tangan.


Baca juga: Hasil Rekapitulasi KPU Kota Malang, Jokowi-Maruf Amin Unggul 67,30 Persen

 

Ahmad Badri, saksi dari PDIP mengatakan, para saksi sudah kesal kepada KPU sejak siang karena rekapitulasi ditunda-tunda terus. Jadwal semula, hari ini rekapitulasi akan dimulai pukul 09.00 WIB.

Namun, rekapitulasi baru digelar pada pukul 20.00 WIB, tanpa ada alasan soal tertundanya rekapitulasi dari KPU.

"Sudah 9 jam kami menunggu untuk melanjutkan rekapitulasi yang dipending sejak kemarin. Tiba-tiba setelah rekapitulasi mau dilanjutkan, semua saksi disodori formulir DB1 agar tanda tangan pengesahan hasil rekapitulasi," ujar Badri.

Baca juga: Baru Rampungkan 20 Rekap Suara PPK, Rapat Pleno KPU Cianjur Ditambah Sehari Lagi

Hal itu dinilai aneh oleh para saksi. Oleh sebab itu, seluruh formulir DB1 dirampas oleh saksi dan menolak untuk ditandatangani. Karena dirampas, Syamsul Maarif berusaha merebut kembali dari genggaman para saksi.

Namun, para saksi terus mempertahankan formulir tersebut. Formulir itu ditahan dan akan diserahkan kembali, jika rekapitulasi Dapil 5 dituntaskan.

"Tadi sempat ricuh karena rebutan formulir DB1. Kami tetap amankan formulir itu sampai rekapitulasi semuanya diselesaikan," ujar Muzairi, saksi asal PBB.

Setelah keributan dilerai oleh polisi, akhirnya KPU mengalah. KPU berjanji akan melanjutkan rekapitulasi Dapil 5. Setelah selesai, maka semua saksi diminta untuk tanda tangan.

Baca juga: Wagub Sumbar: Ada Potensi Gempa Maha Dahsyat Intai Mentawai dan Bengkulu

"Asalkan jangan dibakar formulir itu, rekapitulasi Dapil 5 akan kami selesaikan," ungkap Syamsul Maarif.

Syamsul kemudian melanjutkan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan pengesahan hasil pemilu di Kabupaten Pamekasan.

Meskipun sendirian, Syamsul tetap melanjutkan rapat pleno. Padahal, setiap rapat pleno KPU, harus dihadiri minimal 3 anggota komisioner. Para saksi sempat menyampaikan protes. Namun rapat tetap dilanjutkan.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X