Wagub Sumbar: Ada Potensi Gempa Maha Dahsyat Intai Mentawai dan Bengkulu

Kompas.com - 04/05/2019, 19:59 WIB
Wagub Sumbar Nasruk Abit mengunjungi Bengkulu saat memberikan bantuan 1 ton rendang untuk korban banjir dan longsor Bengkulu KOMPAS.com/FIRMANSYAHWagub Sumbar Nasruk Abit mengunjungi Bengkulu saat memberikan bantuan 1 ton rendang untuk korban banjir dan longsor Bengkulu

BENGKULU, KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, kabupaten kepulauan Mentawai Sumatera Barat, diintai gempa maha dahsyat bermagnitudo 8,9.

Ini menjadi peringatan untuk selalu waspada karena dampaknya mampu mencapai kawasan pesisir termasuk Bengkulu.

Nasrul Arbit mengemukakan pernyataan itu berdasarkan pendapat 5 ahli kegempaan Jepang dengan fokus penelitian Pulau Mentawai di Sumatera Barat.


"Saat ini, gempa maha dahsyat masih mengendap di 20 mill Kepulauan Mentawai. Tepatnya, di Samudera Hindia. Jika gempa maha dahsyat itu terjadi, akan menyebabkan gelombang tsunami setinggi 12 meter," kata Nasrul saat mengunjungi Bengkulu di kantor BPBD Bengkulu, Sabtu (4/5/2019).

Baca juga: Pemprov Sumbar Salurkan 1,038 Ton Rendang untuk Korban Banjir Bengkulu

Gelombang tsunami itu akan menyapu kawasan di pesisir barat Sumatera. Termasuk, Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

Di mana jika gelombang tsunami terjadi kecepatannya diperkirakan mencapai 827 kilometer.

''Lima ahli gempa dari Jepang ke Mentawai. Mereka memprediksi ada gempa yang masih mengendap. Kekuatannya 8,9 SR. Tapi, kalau gempa sering terjadi gempa besar itu tidak akan terjadi. Kita harus mempersiapkan diri,'' tambah Nasrul.

Gempa itu lanjut Asrul, menjadi sinyal untuk waspada bagi warga Sumatera Barat dan Bengkulu.

Baca juga: Korban Tewas Banjir dan Longsor Bengkulu Bertambah Jadi 30 Orang

 

Terutama yang berada di tepi pesisir barat Sumatera. Sehingga, kata Nasrul, masyarakat yang berada di radius 2,5 kilometer dari bibir pantai harus mengungsi.

''Jika gempa berpotensi tsunami itu terjadi, mau tidak mau sampai juga ke Mukomuko. Pantai barat ini mesti waspada terutama gempa dan tsunami. Kita berdoa agar gempa ini tidak terjadi. Di Sumatera Barat, kita sudah sampaikan jika terjadi gempa selama 30 detik maka masyarakat harus mengungsi,'' terang Nasrul.

Terkait hal tersebut, terang Nasrul, masyarakat baik orangtua, dewasa, remaja maupun anak-anak musti diberikan edukasi. Gempa berdampak gelombang tsunami ini merupakan peringatan dini bagi masyarakat agar dapat waspada. 

Baca juga: Gubernur Bengkulu Ungkap 4 Penyebab Banjir dan Longsor

''Kabupaten Mukomuko juga harus siap dengan bencana. Ini peringatan dini untuk kabupaten Mukomuko, agar dapat waspada,'' sampai Nasrul.

Pemprov Sumatera Barat serahkan bantuan 1 ton rendang untuk korban bencana banjir dan longsor di Bengkulu. Banjir dan longsor menerjang Bengkulu 27 April 2019. 24 korban meninggal dunia, 4 dinyatakan hilang. 13 ribu warga mengungsi dan 12 ribu terdampak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X