Bawang Putih Sumbang Inflasi di Jawa Tengah

Kompas.com - 04/05/2019, 09:59 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021 Dok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021

SEMARANG, KOMPAS.com – Kantor Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah mencatat kelompok bahan makanan menyumbang inflasi yang cukup signifikan di provinsi tersebut.

Sektor makanan, terutama komoditas bumbu-bumbuan menyumbang inflasi tertinggi, dibanding komoditas yang lain.

Berdasar Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2019, komoditas bumbu-bumbuan menyumbang inflasi, yaitu bawang merah dan bawang putih. Bawang merah tercatat memberi sumbangan inflasi sebanyak 0,177 persen.

Inflasi bawang merah karena pada bulan tersebut adalah musim paceklik. Sementara bawang putih menyumbang inflasi sebesar 0,162 persen.


“Inflasi bawang putih terjadi akibat penurunan pasokan akibat kebijakan impor pemerintah,” ujar Kepala BI Jawa Tengah, Soekowardojo, di kantornya, Jumat (3/5/2019) sore kemarin.

Baca juga: Kendalikan Harga, Jatim Datangkan 15.000 Ton Bawang Putih Impor

Secara umum, kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi pada bulan April lalu yang angkanya mencapai 1,67 persen. Selain bahan makanan, kelompok transportasi, kelompok komunikasi, dan jasa keuangan juga menyumbang inflasi di provinsi tersebut.

Dijelaskan Soekowardojo, tarif angkutan udara menyumbang inflasi sebesar 0,037 persen. Inflasi tarif angkatan udara karena ada peningkatan harga sejak Maret 2019.

Untuk menekan inflasi di sektor ini, pemerintah menetapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk pelayanan angkutan udara untuk kelas ekonomi.

Secara umum, pada bulan April tercatat angka inflasi di Jawa Tengah naik sebesar 0,45 persen, atau meningkat dibanding bulan Maret 2019 yang hanya 0,30 persen.

“Peningkatan inflasi April 2019 tersebut searah dengan proyeksi inflasi BI, namun lebih tinggi dibanding perkiraan semula, terutama disebabkan peningkatan harga yang tinggi pada kelompok bahan makanan,” tambahnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok di DIY Stabil, Bawang Putih Nai

Soekowardojo menambahkan, meski komoditas bumbu-bumbuan mengalami inflasi, namun komoditas beras pada April 2019 justru mengalami deflasi sebesar 0,081 persen.

Deflasi untuk beras karena berlimpahnya pasokan saat musim panen raya pada bulan Februari-Maret lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X