Kompas.com - 04/05/2019, 08:55 WIB

KATINGAN, KOMPAS.com - Para petani di Desa Jaya Makmur, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah tidak bisa menanam padi karena lahan pertanian mereka seluas 250 hektare terendam banjir, akibat tingginya curah hujan di daerah itu.

Camat Katingan Kuala Surianto di Katingan, Sabtu (4/5/2019), mengatakan, untuk sementara waktu, sebagian lahan pertanian daerah setempat yang juga lumbung padi di Katingan itu, tidak bisa diolah karena banjir.

Petani harus menunggu hingga debit air turun dan curah hujan berkurang.

"Penyebab utamanya adalah curah hujan yang terlalu tinggi. Juga karena saluran kolektor tersumbat sebab tanggul penghalang belum ada, sehingga air dari hutan bisa masuk," katanya.

Namun demikian, petani di wilayah barat Desa Jaya Makmur tidak mengalami kendala dalam penanaman pagi, bahkan sudah mulai menanam sejak minggu pertama April 2019.

Sebenarnya, masalah banjir yang merendam lahan pertanian masyarakat tersebut bisa diantisipasi dengan sejumlah tindakan.

"Caranya adalah dengan melakukan normalisasi saluran air di sebelah timur dan mengolah tanggul sepanjang 3,2 kilometer sebagai penghalang masuknya air ke dalam lahan pertanian dari kawasan hutan," kata Surianto.

Sementara itu, Kepala Desa Jaya Makmur Ahmad Wahyudi mengungkapkan, warga setempat yang bekerja sebagai petani mencapai 95 persen dari total penduduk setempat.

Mereka, sebagian besar tidak bisa memulai aktivitas karena lahannya terendam banjir.

"Lahan banjir itu akibat tidak dibuatnya tanggul penghalang masuknya air sebelah timur, sehingga air hujan mudah masuk ke dalam lahan pertanian. Juga kurang dalamnya saluran sekunder lahan pertanian," kata dia.

Padahal, pihaknya sudah sering mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk dibuatkan tanggul sepanjang 3,2 kilometer, baik melalui musrenbang maupun secara langsung.

Namun, kata dia, sampai saat ini belum ada respons positif bagi warga dari pihak terkait.

"Seringnya terjadi banjir pada setiap musim penghujan, diharapkan menjadi perhatian serius dan mendapatkan tindakan cepat dari pemerintah untuk mengantisipasi," kata Ahmad Wahyudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
100 HARI KELILING INDONESIA
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut China Selayan Yang Dikenal Berombak Ganas
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.