Rutin Jadi Anggota KPPS, Agus Berpulang di Pemilu 2019 karena Lelah (2)

Kompas.com - 04/05/2019, 06:15 WIB
Dong Maria Boru Haloho saat menunjukkan diagnosa penyebab meninggalnya Agus Susanto yang meninggal usai bertugas sebagai KPPS serta piaga penggargaan dari Gubernur Jawa Timur di rumahnya di Jalan Tlogo Indah nomor 70 RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (3/5/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKDong Maria Boru Haloho saat menunjukkan diagnosa penyebab meninggalnya Agus Susanto yang meninggal usai bertugas sebagai KPPS serta piaga penggargaan dari Gubernur Jawa Timur di rumahnya di Jalan Tlogo Indah nomor 70 RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (3/5/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Agus Susanto (53) tidak kali ini saja menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS).

Pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, Agus sudah kerap bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sayang, Agus tumbang saat bertugas sebagai KPPS di Pemilu Serentak 2019. Tahapan pemungutan dan penghitungan lima jenis suara sekaligus membuatnya meninggal kelelahan.

Baca juga: 412 Petugas KPPS Pemilu 2019 Meninggal Saat Bertugas

Agus dinyatakan meninggal pada Kamis (18/4/2019) pagi sesaat setelah pulang dari menyelesaikan tugasnya sebagai KPPS di TPS 04 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

"Kalau masalah kegiatan Pak Agus itu aktif. Pada Pilkada Serentak 2018 juga jadi KPPS. Pada Pilwali 2013 juga sama," kata Dong Maria Boru Haloho, istri Agus saat ditemui di rumahnya di Jalan Tlogo Indah nomor 70 RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Jumat (3/5/2019).

Dong Maria mengatakan, beban yang ditanggung oleh suaminya memang cukup berat. Hal itu dilihat dari aktivitas suaminya mulai dari mendirikan TPS hingga menyelesaikan tahap penghitungan surat suara.

Dong Maria lantas berharap, pemilu serentak ditinjau ulang. Sebab, lima jenis surat suara dalam satu tahapan dinilai memberatkan bagi penyelenggara di tingkat TPS.

"Tolong jangan seperti ini lagi. Kalau bisa lima tahun yang akan datang jangan seperti ini lagi. Terlalu berat bebannya," katanya.

"Sampai sekarang saya masih depresi kehilangan suami," tambahnya.

Baca juga: 8 Petugas KPPS di Maluku Meninggal Saat Jalankan Tugas

Dong Maria sudah menerima uang santunan sebesar Rp 15 juta dan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas jasa suaminya dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X