Tradisi Megengan, Warga Berebut 21.000 Kue Apem di Masjid Agung Surabaya

Kompas.com - 03/05/2019, 20:38 WIB
Warga berebut kue apem di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (3/4/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALWarga berebut kue apem di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (3/4/2019)


SURABAYA, KOMPAS.com-Ratusan jemaah berebut kue apem di Masjid Al-Akbar atau Masjid Agung Surabaya, Jumat (3/5/2019) siang.

Ada 21.000 kue apem yang disediakan dalam acara ritual Megengan Kubro menjelang Ramadhan tersebut.

Pantauan KOMPAS.com, jemaah laki-laki, perempuan, hingga anak-anak berebut kue apem yang diletakkan di atas tempat khusus yang dijajar di halaman masjid.

Baca juga: Sabtu Mulai Puasa, Warga Desa di Maluku Mulai Shalat Tarawih Malam Ini

 

Kue apem juga dibentuk menjadi sebuah gunungan yang diletakkan di lokasi pusat acara. Kue-kue tersebut diserbu jemaah setelah pembawa acara memberi aba-aba.

Megengan Kubro dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Banyaknya kue apem dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kue Apem menurut Gubernur Khofifah memiliki makna filosofi bagi masyarakat khususnya suku Jawa. Apem itu dari bahasa Arab "Afwun" yang berarti maaf.

"Ini tradisi yang baik, menjelang Ramadhan masyarakat kita saling maaf memaafkan sebagai upaya memperbaiki hubungan antar manusia," kata Khofifah.

Baca juga: Selama Ramadhan, Seluruh Tempat Hiburan di Banyumas Tutup Total

Tradisi Megengan, kata Khofifah, adalah kearifan lokal masyarakat Jawa Timur yang sudah turun temurun dilakukan setiap menjelang Ramadhan.

"Harapannya, saat memasuki Ramadhan, dosa-dosa antar sesama manusia terhapus, sehingga ibadah saat Ramadhan dirasa lebih sempurna," terangnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dan launching Sparkling Ramadhan Surabaya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Regional
Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X