Tiga Tersangka Penyelundup 127 Kg Mercuri Terancam 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 03/05/2019, 17:01 WIB
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 127 kg merkuri di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat sore (3/5/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 127 kg merkuri di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat sore (3/5/2019)

AMBON, KOMPAS.com - MAY (54), J alias Jun (54), dan FD alias Fitri (33), tiga orang warga yang ditangkap polisi bersama 127 kg merkuri di Ambon terancam menjalani hukuman selama 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar.

Ketiga tersangka ini terancam hukuman berat setelah dijerat dengan ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Atas kasus ini ketiga tersangka terancam dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan atau Pasal 56 Ayat 1," terang Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, kepada Kompas.com, di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat (3/5/2019).

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 127 Kg Mercuri ke Makassar

Dalam Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 disebutkan setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batu bara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 Ayat (3), Pasal 43 Ayat (2), Pasal 48, Pasal 67 Ayat (1), Pasal 74 Ayat (1), Pasal 81 Ayat (2), Pasal 103 Ayat (2), Pasal 104 Ayat (3), atau Pasal 105 Ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Roem mengatakan, ketiga tersangka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 tidak memiliki dokumen dan izin resmi untuk melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batu bara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK.

“Tentu ini merupakan kegiatan ilegal yang bertentangan dengan aturan perundang-undnagan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka ditangkap bersama 127 kg merkuri saat melintas dengan sebuah mobil Toyota Avanza di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pos Lantas Kebun Cengkeh, pada tanggal 9 April 2019 lalu.

Zat kimia berbahaya itu sedianya akan diselundupkan ke Makassar, Sulawasi Selatan, melalui pintu keluar Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Saat ini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Kadar Merkuri dalam Ikan Mas dan Lele di Sungai Citarum Mengerikan

Kasus ini sendiri telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi Maluku dan rencananya pada tanggal 6 Mei mendatang, penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan untuk segera disidangkan.

Selain menyita 127 kg merkuri dalam kasus itu, polisi juga ikut mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mobil Toyota Avanza, uang tunai senilai Rp 3,5 juta, sejumlah ponsel dan tiga buah tas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Regional
Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Regional
Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Regional
6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

Regional
Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Regional
Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X