Polisi Amankan 7 Anggota Anarko Perusak McDonald's Makassar saat Hari Buruh

Kompas.com - 03/05/2019, 13:19 WIB
Suasana di restoran cepat saji McDonalds usai dilempari batu dan dicoret oleh beberapa oknum saat peringatan hari buruh di Makassar, Rabu (1/5/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Suasana di restoran cepat saji McDonalds usai dilempari batu dan dicoret oleh beberapa oknum saat peringatan hari buruh di Makassar, Rabu (1/5/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polrestabes Makassar mengamankan tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan coret-coret di restoran cepat saji Mc'Donalds di Jalan AP Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019) lalu. 

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (3/5/2019).

"Saat ini sudah ada tujuh yang diamankan. Kami terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk ungkap pelaku-pelaku lainnya," kata Indratmoko.  

Indratmoko mengatakan tujuh orang ini juga diduga bagian dari kelompok Anarko Sindikalisme yang menurut Kapolri Tito Karnavian merupakan fenomena internasional.

Baca juga: 5 Fakta Aksi May Day di Indonesia, Aksi Anarkis Kelompok Anarko hingga Ziarah di Makam Pejuang Buruh Marsinah

Indikasi ini lanjut Indratmoko didadari dari temuan barang bukti polisi yang disita dari tujuh pria yang diamanakan tersebut.

Barang bukti tersebut berupa spanduk, stiker, dan buku-buku berisi paham anarkisme.

Selain itu, kelompok ini sewaktu melakukan pengrusakan, kelompok ini menggunakan pakaian hitam-hitam dan menutup wajah yang memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Bandung dan Malang.

"Kami masih mendalami keterkaitannya tapi indikasinya begitu," Indratmoko menambahkan.

Baca juga: Sekelompok Oknum Berpakaian Hitam-hitam Rusak Restoran McDonalds Makassar saat May Day

Indratmoko mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami motif para perusuh ini melakukan pengrusakan dan aksi coret-coretannya di restoran cepat saji tersebut.

Namun dari 7 orang yang diamankan, Indratmoko menyebut berprofesi sebagai buruh dan ada juga yang pengangguran.

Kelompok baju hitam

Sebelumnya diberitakan pada peringatan hari buruh sedunia, Rabu (1/5/2019) lalu, sekelompok massa aksi melakukan pengrusakan di restoran McDonald's yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Aksi ini awalnya disaksikan sekuriti McDonald's bernama Syamsul.

Baca juga: 7 Fakta Aksi Kelompok Baju Hitam, Tinggalkan Trauma Siswa SLB hingga Polisi Didesak Tangkap Otak Pelaku

 

Syamsul mengatakan kejadian pengrusakan itu bermula ketika sekelompok orang berjalan dari arah barat dan langsung mendatangi kantornya hingga melakukan aksi vandalisme.

"Setengah 12 terjadi tadi. Cepat sekali tadi kejadian paling dua menit sampai 5 menit paling lama. Laki-laki semua pake topeng pakai baju hitam," ujar Syamsul saat ditemui di lokasi kejadian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya'

"Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya"

Regional
Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Regional
Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

Regional
Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Regional
Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Regional
Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Regional
PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

Regional
Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Regional
Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Regional
Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Regional
5 Kabupaten di Papua Telah Terapkan Sekolah Tatap Muka

5 Kabupaten di Papua Telah Terapkan Sekolah Tatap Muka

Regional
Jumlah Pelanggar Aturan PPKM Jilid 1 di Jateng Capai 3.665 Orang

Jumlah Pelanggar Aturan PPKM Jilid 1 di Jateng Capai 3.665 Orang

Regional
RS Lapangan Malang Sudah Rawat 614 Pasien Covid-19, 402 di Antaranya Sembuh

RS Lapangan Malang Sudah Rawat 614 Pasien Covid-19, 402 di Antaranya Sembuh

Regional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Taman Nasional Kelimutu Ditutup

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Taman Nasional Kelimutu Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X