KILAS DAERAH

Paling Kreatif di Jabar, 13 Daerah Ini Dapat Penghargaan dari Emil

Kompas.com - 03/05/2019, 10:56 WIB
Gubernur Jawa Barat saat menjamu perwakilan negara Asia Tenggara dan para kepala daerah dalam Gala Dinner and Awarding Night of Creative Cities of West Java yang merupakan rangkaian acara International Conference on Creative Economy, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/19) malam Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratGubernur Jawa Barat saat menjamu perwakilan negara Asia Tenggara dan para kepala daerah dalam Gala Dinner and Awarding Night of Creative Cities of West Java yang merupakan rangkaian acara International Conference on Creative Economy, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/19) malam


KOMPAS.com
- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) melakukan penilaian kepada 27 kabupaten dan kota paling kreatif se-Jabar. Hasilnya 13 daerah terpilih sebagai daerah tertinggi indeks kreativitasnya yang terwujud pada nilai ekonomi masyarakat.

Ke-13 daerah tersebut yaitu, Kabupaten Majalengka, Sumedang, Garut, Subang, Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kota depok, Kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Bekasi dan Kota Bogor.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada acara Gala Dinner and Awarding Night of Creative Cities of West Java. Gelaran ini merupakan rangkaian acara International Conference on Creative Economy, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019) malam. 

Hadi pula dalam event tersebut adalah tokoh-tokoh ekonomi kreatif se-Asia Tenggara.


"Kami diam-diam meneliti dan menilai dengan pemeringkatan indeks kreativitas dan alhamdulillah dari 27 daerah terpilih 13 daerah tertinggi. Kami ingin kegiatan kreatif ini bisa mewujud pada nilai-nilai ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," kata Gubernur yang akrab disapa Emil.

Dalam keterangan tertulisnya dijelaskan bahwa selanjutnya ke-13 daerah itu akan mendapatkan prioritas bantuan anggaran dari Pemdaprov Jabar.

Untuk itu, Emil mempersilakan daerah tersebut untuk mengajukan bantuan terkait peningkatan ekonomi kreatif.

"13 daerah ini akan mendapatkan prioritas anggaran dari Pemprov Jabar silakan ajukan mau apa terkait peningkatan ekonomi kreatif, karena letupan energinya sudah ada," ujar Emil.

Menurutnya, di 13 daerah ini sudah banyak aktivitas publik ekonomi kreatifnya. Untuk itu Pemdaprov Jabar akan pula memprioritaskan pembangunan gedung creative center.

Terkait hal itu, Emil meminta tolong pihak terkait di daerah tersebut untuk menyiapkan minimal lahan seluas 3.000 meter yang memadai. Nanti Pemprov Jabar akan membangunnya dengan dana dari provinsi.

Emil pun meminta gedung creative center tersebut nantinya diramaikan oleh aktivitas kreatif anak muda, misalnya pelatihan skill yang bernilai ekonomi. 

Lebih lanjut, dirinya berpesan bahwa setiap daerah harus mempunyai minimal tiga identitas ekonomi kreatif yang menjadi unggulan.

"Misalnya animasi di Kota Cimahi, bambu di Garut dan lainnya. Jenis ekonomi kreatif itu seperti desain, arsitektur, televisi dan film, animasi, kuliner, musik, seni budaya dan masih banyak lagi," jelas Emil.

Dengan begitu, lanjut dia, bila potensi tersebut disatukan akan menjadi keluarga besar Jawa Barat yang setiap daerahnya memiliki kekhasan tertentu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X