Kisah Guru Honorer di Daerah Terpencil Sumedang, Honor Rp 300.000, Jalan Kaki 10 Km

Kompas.com - 03/05/2019, 10:47 WIB
Casman, guru honorer asal Jatigede, Sumedang, Jawa Barat yang telah mengajar sejak tahun 1996. Casman mengajar siswa kelas 4 SDN Ciawi, Jumat (3/5/2019) pagi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHCasman, guru honorer asal Jatigede, Sumedang, Jawa Barat yang telah mengajar sejak tahun 1996. Casman mengajar siswa kelas 4 SDN Ciawi, Jumat (3/5/2019) pagi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

"Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 5 kilometer. Jadi, pulang pergi tiap hari itu sekitar 10 kilometer. Alhamdulillah, tak terasa capeknya karena begitu tiba di kelas, anak-anak menyambut dengan ceria," ujar Casman, kepada Kompas.com, di SDN 4 Ciawi, Jumat (3/5/2019) pagi.

Amanat mendiang ibu

Bagi Casman, melihat anak didiknya sukses, berakhlak baik, dan memiliki kepribadian yang kuat, menjadi motivasinya dalam mengajar, selain amanat dari mendiang ibunya.

"Sebelum meninggal tahun 2008, almarhum Ibu berpesan agar saya harus terus mengajar dengan ikhlas. Harus tetap menjadi guru, mengajar dengan ikhlas sampai kapan pun dan walau bagaimana pun kondisinya. Pesan almarhum Ibu itu yang membuat saya tetap semangat dan kuat hingga saat ini," tutur dia.

Casman menyebutkan, beberapa kali dia telah berupaya merubah nasibnya dari guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Caranya, dengan mengikuti tes CPNS, namun nasib tak kunjung berpihak.

"Beberapa kali ikut tes CPNS tapi gagal terus. Mungkin belum nasibnya," kata dia, sambil tertawa ringan.

Ayah tiga orang anak ini menuturkan, dengan honor Rp 300.000 yang diterimanya saat ini, tentu tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Khususnya, dalam menghidupi istri dan ketiga buah hatinya.

Baca juga: Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Untuk menutupi kekurangan itu, sepulang mengajar dia langsung menggarap lahan sawah dan kebun milik salah seorang keluarganya.

Dari kerja kerasnya bersama istri menggarap lahan inilah kebutuhan hidup sehari-hari sedikitnya mampu tercukupi.

"Lahannya milik saudara, saya hanya menggarap saja, tak punya lahan sendiri. Lahan itu, saya garap bersama istri, khususnya saat tandur dan panen padi," ucap dia.

Casman berharap, di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang biasa diperingati tiap tanggal 2 Mei ini, pemerintah lebih memperhatikan lagi nasib guru honorer.

"Kami berharap Bapak Presiden, atau siapa pun nantinya yang akan menjadi presiden hasil pemilu kali ini, dapat lebih memperjuangkan nasib para guru honorer," harap dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X