Kompas.com - 03/05/2019, 08:33 WIB
Ilustrasi Pemilu yang memakan korban jiwa dari Hakasasi.id Instagram Hakasasi.idIlustrasi Pemilu yang memakan korban jiwa dari Hakasasi.id

BENGKULU, KOMPAS.com - Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto menerangkan, terdapat tujuh petugas Pemilu 2019  yang meninggal dunia dan 29 orang dinyatakan sakit.

"Tujuh meninggal dunia dan 29 orang dinyatakan sakit di Bengkulu," kata Eko di kantor KPU Provinsi Bengkulu, Kamis (2/5/2019).

KPU akan memberikan santunan terhadap keluarga yang meninggal dunia, serta petugas pemilu yang mengalami cacat permanen, luka berat dan luka sedang.

"Semuanya sudah disepakati oleh KPU RI bersama Kementerian Keuangan. Besaran santunan juga sudah ditetapkan," jelas Eko.

Baca juga: Anggota KPPS asal Lombok Barat Meninggal, Diduga karena Kelelahan

Saat ini masih ada petugas pemilu yang dirawat. Bantuan diberikan kepada para petugas yang masih dirawat dan yang sudah sehat. Besaran santunan dibagi menjadi empat jenis. Pertama, meninggal dunia mendapat santunan Rp 36 juta per orang.

Selanjutnya, jenis kecelakaan kerja yang diberikan santunan yakni cacat permanen Rp 30,8 juta perorang, luka berat sebesar Rp 16,5 juta per orang, dan luka sedang Rp 8,25 juta perorang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita berharap tidak ada lagi penyelengara pemilu yang meninggal dunia. Mereka yang sakit kita doakan segera sembuh dan tidak terjadi apa-apa lagi kedepannya," kata Eko.

Baca juga: (UPDATE) Hingga Kamis Pagi, Total 382 Anggota KPPS Meninggal

Menurut Eko, penyelenggara Pemilu 2019 yang serentak membuat banyak petugas kelelahan karena pelaksanaan pemilu yang memakan waktu lama. Kelelahan yang dialami bukan hanya kelelahan fisik, tapi juga secara psikis.

"Waktu penyelenggaraan yang lama, tidak diimbangi dengan fisik yang bagus. Ya sampai sekarang masih ada petugas baik KPPS maupun PPK yang dirawat karena sakit," tuturnya.

Eko menambahkan, penyelenggara pemilu yang meninggal dunia adalah pahlawan demokrasi, karena mereka menegakkan demokrasi di tengah masyarakat.

"Tingkat kesibukan yang luar biasa. Jadi sangat patut jika penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dinobatkan sebagai pahlawan demokrasi di tanah air kita ini. Mereka meninggal dalam menjalankan tugas pesta demokrasi negara kita," pungkas Eko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.