Ini Kata Mahasiswa UGM soal Kriteria Presiden Indonesia Tahun 2024

Kompas.com - 03/05/2019, 06:30 WIB
Calon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Calon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini penghitungan suara KPU untuk Pilpres 2019 masih berlanjut, selepas gelaran Pemilu serentak pada 17 April 2019 lalu. Debat mengenai hasil quick count dalam Pemilu 2019 juga masih berlangsung. 

Seperti diketahui, berdasarkan hasil perhitungan cepat atau quick count sejumlah lenaga survei termasuk Litbang Kompas menyebutkan keunggulan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. 

Jika kemudian hasil perhitungan KPU yang diperkirakan rampung pada 22 Mei 2019 menyebutkan hal yang sama, maka petahana Jokowi melaju. 

Baca juga: Kata Mahasiswa ITS soal Presiden yang Dibutuhkan Indonesia

Namun, bagaimana dengan 2024 mendatang. Siapa kira-kira yang akan maju sebagai presiden?

Kompas.com mewawancarai sejumlah mahasiswa UGM terkait pangangan mereka soal kriteria calon pemimpin Indonesia masa depan. Berikut jawabannya.

Merakyat, merangkul semua pihak

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Alfina Fara (19) mengatakan Indonesia membutuhkan presiden yang merakyat.

"Pastinya presiden yang tidak hanya memikirkan elit-elit, tetapi lebih memikirkan masyarakat kecil," ujar Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Alfina Fara (19) Jumat (26/04/2019)

Menurutnya presiden yang pintar secara akademik tidak menjamin bisa menjalankan pemerintahan dengan baik. Tetapi lebih pada presiden yang mempunyai jam terbang.

Terutama lanjutnya pengalaman tentang pemerintahan. Sebab dengan pengalaman yang dimilikinya, seorang presiden bisa mengambil kebijakan dan mencari solusi yang tepat.

"Yang terpenting lagi, presiden yang bisa merangkul semua pihak," tegasnya.

Baca juga: Kata Mahasiswa Unpad soal Kriteria Presiden Masa Depan dan Harapan bagi Presiden Terpilih

Menghargai pluralisme, melawan politik identitas

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UGM Caecilia Santi Praharsiwi berpendapat Indonesia membutuhkan presiden yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat, terutama tentang pluralisme dan penerimaan atas perbedaan.

Sebab masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang yang beraneka ragam.

"Yang dari kata-katanya dan perbuatannya mendukung penghargaan atas keberagaman, berani bersuara seperti Gus Dur misalnya," ungkapnya

Selain itu, Santi menuturkan Indonesia membutuhkan presiden yang berani melawan politik identitas. Indonesia juga butuh presiden yang berani mengungkap dan menindak tegas pelanggaran HAM.

"Harapan Saya, presiden yang lebih berani ambil risiko menyelesaikan permasalahan HAM di Indonesia," pungkasnya. 

Baca juga: Kata Mahasiswa Unhas Makassar soal Kriteria Presiden yang Dibutuhkan Indonesia

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X