Kelelahan Kawal Pemilu, 27 Anggota Bawaslu DI Yogyakarta Tumbang

Kompas.com - 02/05/2019, 22:24 WIB
Penggiat Demokrasi yang tergabung dalam Rumah Indonesia bersama Bawaslu DIY saat berdoa bersama untuk petugas KPPS, anggota Polri yang meninggal dunia dan sakit. Doa bersama ini digelar di depan kantor Bawaslu DIY, Kamis (02/05/2019) KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAPenggiat Demokrasi yang tergabung dalam Rumah Indonesia bersama Bawaslu DIY saat berdoa bersama untuk petugas KPPS, anggota Polri yang meninggal dunia dan sakit. Doa bersama ini digelar di depan kantor Bawaslu DIY, Kamis (02/05/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 27 orang anggota Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) jatuh sakit. Dari jumlah itu, terbanyak adalah pengawas Tempat Pemunggutan Suara ( TPS). 

"Di DIY jajaran kami yang sakit sampai saat ini ada 27 orang," ujar Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarnowo saat ditemui Kompas.com, Kamis (02/04/2019)

Bagus menuturkan dari 27 orang tersebut sakit sampai tidak bisa menjalankan tugas. Sebagian besar, yang jatuh sakit adalah pengawas TPS.

Baca juga: Anggota KPPS asal Lombok Barat Meninggal, Diduga karena Kelelahan

Menurutnya sebanyak 27 orang yang jatuh sakit saat ini beberapa masih dirawat di rumah sakit. Namun sebagian besar sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.

"Sebagian besar sudah di luar rumah sakit, tetapi ada juga yang masih dirawat di RS Sardjito dan beberapa rumah sakit di daerah," tegasnya.

Mengenai santunan, pihaknya telah memberikan namun sifatnya suka rela dari jajaran Bawaslu DIY. Terkait Surat Edaran Menteri Keuangan saat ini teknisnya sedang dibahas oleh Bawaslu RI.

"Bawaslu RI sedang membahas tiga hari, bagaimana kualifikasinya dan teknis penyampaianya. Tetapi kebijakan itu sudah ada," tegasnya.

Baca juga: Kelelahan, 19 Anggota Bawaslu Sumedang Sakit, 12 di Antaranya Dirawat Intensif

Alami kekerasan

Koordinator Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih menyampaikan selain sakit, ada juga jajaranya yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas. Bahkan ada yang mendapatkan tindak kekerasan.

"Yang mendapat tindak kekerasan di Kulonprogo waktu itu. Sempat dirawat di rumah sakit juga," katanya.

Saat ini peristiwa tindak kekerasan terhadap jajaran Bawaslu DIY ini sudah dilaporkan ke Polres Kulonprogo. Sehingga saat ini pihaknya masih menunggu tindaklanjut dari proses penyidikan dari Polres Kulonprogo.

"Bagaimana pun itu sebuah tindak pidana yang tidak bisa dibiarkan begitu saja," urainya.

Baca juga: Dikabarkan keguguran, Petugas KPPS Melahirkan di Usia Kehamilan 5 Bulan karena Kelelahan

Sri Rahayu mengungkapkan memang sudah ada surat edaran dari Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/III/1681/2019 tanggal 23 April 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Bagi Petugas KPPS/PPK. Tim kesehatan tersebut juga sudah diterjunkan di setiap kecamatan.

Hanya saja, Sri Rahayu menyayangkan di dalam surat edaran tersebut, yang disebut hanya petugas KPPS dan PPK. Sementara dari pengawas pemilu tidak disebut.

"Kemarin di Gunungkidul, ada dari pengawas kami yang mau cek kesehatan ditolak, karena dalam edaran tidak disebut. Tugas kami sama beratnya, mereka tidak tidur kami pun tidak, kalau kami tidur jadi masalah," katanya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Regional
Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X