KILAS DAERAH

Lewat Program Baju Baja, 19 Desa di Jabar Sukses di Bina

Kompas.com - 02/05/2019, 18:55 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat beraudiensi dengan komunitas Hijau Lestari Indonesia terkait program Baju Baja yang digulirkan Pemdaprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/19) Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat beraudiensi dengan komunitas Hijau Lestari Indonesia terkait program Baju Baja yang digulirkan Pemdaprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/19)


KOMPAS.com
- Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) yang digagas komunitas pelestari lingkungan Hijau Lestari Indonesia (HLI) telah berhasil membina 19 desa di lima kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar),  Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, dari program tersebut ada sekitar 285 pengrajin telah didik dan dilatih cara mengolah bambu.

Mereka dilatih untuk membuat furnitur, kerajinan tangan, hingga peralatan rumah tangga, seperti termos berbalut bambu, dinding bercorak bambu, kap lampu bambu dan mebel.

Tak hanya itu, mereka juga dilatih membuat bambu laminasi yang bisa digunakan untuk lantai, pelapis dinding, dan lemari. Beberapa produk itu kini sudah digunakan di hotel berbintang.


Uu mengatakan dengan begitu, mereka selain bisa meningkatkan ekonomi kreatif yang ada di desa-desa juga menjaga lingkungannya

“Caranya, mereka akan menjaga bambunya supaya tidak habis. Karena setelah menebang bambu, mereka kemudian menanam kembali dengan teori yang sangat modern,” ujar Uu.

Wagub Jabar Uu sendiri mengatakan hal itu usai beraudiensi dengan HLI terkait program Baju Baja di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).

Potensi besar

Mengingat besarnya potensi ekonomi dari sketor olahan bambu, Uu berkomitmen pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah provinsi (pemprov) Jabar akan memberikan bantuan baik untuk permodalan atau peralatan yang dibutuhkan untuk pengrajin.

“Insya Allah, untuk Provinsi Jawa Barat permodalan kami bantu melalui program Kredit Mesra. Untuk alat-alat untuk membuat kerajinan dari bambu ini akan kami bantu sesuai dengan kebutuhan di desa. Namun tetap harus diawali dengan pelatihan,” kata Uu seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Program Baju Baja Oki Hikmawan menuturkan, desa-desa ini akan dibina untuk membangun potensi kearifan lokal daerahnya melalui bambu. Program Baju Baja menargetkan 100 desa binaan hingga Oktober 2019

“Mudah-mudahan mimpi kami untuk menjadikan 100 desa kreatif di Jabar Juara Lahir dan Batin ini bisa terealisasi sampai bulan Oktober,” harap Oki.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X