Hendak Bantu Korban Banjir, Pelajar SMP Terseret Arus Kali Lamong dan Meninggal

Kompas.com - 02/05/2019, 18:22 WIB
Bantuan kepada korban banjir akibat luapan kali lamong mulai berdatangan, salah satunya di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com / HAMZAHBantuan kepada korban banjir akibat luapan kali lamong mulai berdatangan, salah satunya di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Kamis (2/5/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Luapan air Kali Lamong yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, salah satunya Kecamatan Balongpanggang, mulai memakan korban jiwa.

Bermaksud membantu sesama, Yudha Bima (14) warga Dusun Pulorejo, Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, justru menjadi korban dan meninggal akibat terseret arus banjir yang menggenangi desa tempat tinggalnya.

"Jadi dia bermaksud ingin membantu membagikan makanan kepada para korban banjir, tapi malah terpeleset dan kemudian terbawa arus," ujar Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/5/2019).


Baca juga: Luapan Kali Lamong di Gresik Meluas, Rendam 1.133 Rumah Warga di 16 Desa

Arus air yang cukup kuat. Siswa kelas IX SMP ini diduga tidak bisa berenang sehingga hanyut dan akhirnya ditemukan tersangkut di pepohonan tidak jauh dari lokasi kejadian dengan kondisi sudah meninggal dunia.

"Bisa jadi karena korban juga tidak bisa berenang. Jasad korban ditemukan warga tersangkut di pepohonan tidak jauh dari lokasi kejadian dia hanyut," ucap dia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito.

Tarso dan Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim sudah berkunjung untuk berbela sungkawa ke rumah duka.

"Sebagai bentuk rasa belasungkawa kami kepada keluarga yang ditinggalkan, sebab korban ini hendak membantu membagikan makanan malah jatuh terpeleset dan akhirnya meninggal dunia," ucap Tarso.

Baca juga: Luapan Kali Lamong di Gresik Rendam Ribuan Rumah Warga dan Fasilitas Umum di Empat Kecamatan

Adapun di Desa Pucung sendiri, ada sekitar 150 rumah yang terendam air luapan Kali Lamong.

Tidak itu saja, air juga turut menggenangi area persawahan seluas 40 hektare, serta jalan poros desa sepanjang 1.500 meter dengan ketinggian antara 30 hingga 120 sentimeter.

Sementara selain di Kecamatan Balongpanggang, air luapan Kali Lamong juga melanda tiga kecamatan lain yakni Kecamatan Cerme, Benjeng, dan juga Menganti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X