Soal Lubang Besar di Sukabumi, Ini Kata Kepala PVMBG

Kompas.com - 02/05/2019, 16:27 WIB
Sejumlah warga melihat tanah amblas berbentuk lubang di atas terowongan air di Desa Sukamaju, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (29/4/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah warga melihat tanah amblas berbentuk lubang di atas terowongan air di Desa Sukamaju, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (29/4/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan tanah amblas berupa lubang di atas terowongan air di Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat pernah terjadi September 2018 lalu.

Pihak PVMBG - Badan Geologi sudah melakukan pengkajian atas peristiwa yang terjadi pada 2018 tersebut. Laporan hasil kajian dan rekomendasi telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

"Kejadian itu pernah terjadi sebelumnya, tahun 2018. Daerah tersebut merupakan jalur sungai yang tertutup oleh material vulkanik yang tidak terkonsolidasi," kata Kasbani dalam pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Selasa (30/4/2019)

"Rekomendasi telah dibuat saat itu, tinggal implementasi oleh pemda. Kejadian yang sama berpotensi terulang jika rekomendasi belum dilaksanakan."


Baca juga: 5 Fakta Lubang Besar di Sukabumi, Warga Terancam Terisolasi hingga Lubang Semakin Meluas

Dalam laporan hasil pemeriksaan di tanah amblas Kampung Legoknyenang, Kadudampit tahun 2018, PVMBG-Badan Geologi di antaranya merekomendasikan agar mengendalikan aliran sungai agar lancar dan tidak mengerosi tebing sungai.

Pengendalian aliran sungai itu melalui pembangunan drainase aliran sungai dengan gorong-gorong yang kedap air pada jalur air (terowongan) agar tidak mengerosi tanah di sekitarnya.

"Atau pembukaan lahan sawah di atas sungai

sehingga sungai menjadi terbuka dan membangun dinding penahan erosi di sisi kanan kiri jalur sungai agar sungai mengalir secara alami sesuai jalurnya yang bermuara di lembah sungai Cigalunggung," tulisnya.

Baca juga: Lubang Besar yang Muncul di Area Persawahan Sukabumi Makin Meluas

Pelajari rekomendasi

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengatakan pihaknya sedang mempelajari laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari PVMBG-Badan Geologi terkait peristiwa tanah amblas berbentuk lubang besar di Kadudampit.

"Saya akan pelajari dulu dan kami juga akan melakukan kajian. Kemudian paling tidak memberikan penjelasan kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan. Warga di sekitar lokasi harus waspada," kata Adjo kepada Kompas.com saat meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Nyalindung, Rabu (1/5/2019).

Sebelumnya diberitakan tanah di atas terowongan air di Kampung Legoknyenang, RT 05 RW 02 Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit kembali amblas, Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 04:00 Wib.

Baca juga: Geger Kemunculan Lubang Besar di Area Persawahan Sukabumi, Ini Penjelasannya

Dampaknya jalan gang lebar 1,2 meter yang berada sekitar dua meter dari tanah amblas semakin terancam tergerus hingga putus.

Terlebih lagi, posisinya berada tepat di atas mulut terowongan air. Selain itu, bila jalan gang putus dapat mengakibatkan ratusan warga terisolir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Regional
Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X