Ratusan Hiu Yang Mati Mendadak di Karimunjawa Diduga Diracun Pestisida

Kompas.com - 02/05/2019, 13:39 WIB
Pemilik penangkaran Hiu di Pulau Menjangan Besar, Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, Minarno atau Cun Ming (81), saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/3/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINPemilik penangkaran Hiu di Pulau Menjangan Besar, Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, Minarno atau Cun Ming (81), saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemilik penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, Minarno atau Cun Ming (81) mengungkap hasil pengujian atas matinya ratusan hiu di kepulauan tersebut.

Menurutnya, penyebab ikan-ikan hiu di penangkaran mati adalah karena diracun. Hal itu merujuk hasil uji laboratorium dari Balai Veteriner Wates, Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa pada contoh air (kode hiu putih) terindikasi pestisida endosulan dan klortiofos.

"Iya diracun," kata Cun Ming saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Pemilik Penangkaran Laporkan soal Ratusan Hiu Mati Mendadak ke Polisi

Cun mengatakan, dalam air yang dijadikan sampel penelitian terbukti ada kandungan pestisida yang biasa digunakan untuk mematikan hama pertanian.

"Setahu saya jenis racun ketika tangkap ikan itu potas, tapi ini pestisida yang biasa untuk mengusir hama," tambahnya.

Lantaran hasil lab telah keluar, Cun meminta kepolisian untuk mengusut persoalan ini hingga menemukan pelakunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, kata dia, pihak kepolisian telah melakukan konfirmasi atas hasil pemeriksaan.

"Polres Jepara sudah mulai bergerak. Mereka sudah dua kali ke Balai Wates untuk mengkonfirmasi hasil uji laboratorium," katanya.

Cun Ming sendiri mengaku sangat kehilangan atas matinya ratusan ikan hiu di penangkarannya.

Baca juga: 6 Fakta di Balik Kematian Hiu di Karimunjawa, Penangkaran Tak Berizin hingga Air Berwarna Kuning

Ia telah merawat ikan-ikan tersebut selama 50 tahun, lalu dia menemukan ratusan ikannya mati mendadak, Kamis (7/3/2019) lalu. Dia pun membawa sampel ikan dan air ke laboratorium di Wates, Yogyakarta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.