Gembrong Liwet, Tradisi Unik Warga Sumedang Sambut Ramadhan

Kompas.com - 02/05/2019, 13:16 WIB
Warga santap nasi liwet dalam tradisi Gembrong Liwet di Desa Citali, Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHWarga santap nasi liwet dalam tradisi Gembrong Liwet di Desa Citali, Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Hari beranjak siang. Matahari mulai terik menyengat kulit. Cuaca cerah ini sangat mendukung aktivitas yang dilakukan warga di Lapang Sepak Bola Cikubang, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019).

Ya, siang hari di lapangan sepak bola milik desa ini memang terasa hangat dan disibukkan dengan aktivitas sejumlah lelaki yang tengah mempersiapkan tungku perapian.

Tak hanya para lelaki yang tampak sibuk, puluhan perempuannya juga tampak asyik membersihkan beras, meracik bumbu-bumbuan, dan memersiapkan lauk pauk lainnya.

Setelah tungku perapian siap dan nasi liwet di dalam puluhan kastrol siap dimasak, kaum hawa lebih dominan bekerja hingga liwet dan seluruh lauk pauknya masak.

Baca juga: Warga Sambut Ramadhan dengan Perang Air di Magelang

Setelah beberapa waktu berlalu, nasi liwet pun dihidangkan bersama lauk pauknya, untuk kemudian disantap bersamaan oleh warga setempat.

Aktivitas warga desa yang saling bahu-membahu di lapangan sepak bola ini memang tak biasa.

Ratusan warga bersuka cita memersiapkan helaran budaya tradisi leluhur yang telah turun temurun dilestarikan dan setiap tahun rutin dilaksanakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Budaya mapag (menyambut) bulan suci Ramadhan itu dinamakan warga dengan sebutan Gembrong Liwet.

Kepala Desa Citali Nana Nuryana mengatakan, budaya tradisi Gembrong Liwet dilaksanakan di desanya setiap menyambut bulan suci Ramadhan atau saat munggahan atau seminggu sebelum memasuki bulan puasa.

Nana menuturkan, tradisi munggahan ini telah turun-temurun dilaksanakan dan terus dilestarikan warga desanya. Tujuannya untuk memupuk kebersamaan warga.

"Gembrong Liwet dilaksanakan juga sebagai ungkapan rasa syukur warga atas segala nikmat karunia yang diberikan Allah SWT. Juga sebagai ungkapan syukur karena bisa kembali dipertemukan dengan bulan suci, bulan ampunan, bulan penuh berkah, bulan Ramadhan," ujarnya kepada Kompas.com saat menanti hidangan utama berupa nasi liwet, di lokasi acara, Rabu siang.

Filosofi Gembrong Liwet sendiri, kata Nana, untuk kembali meleburkan perbedaan status golongan di tengah warga, sehingga pada saat hidangan utama disantap bersama-sama, tidak ada lagi perbedaan. Antara warga, ketua RT, ketua RW, kepala desa, hingga bupati sekalipun.

"Dalam pelaksanaannya, warga Desa Citali mulai dari anak, remaja, hingga orang tua membuat kelompok atau tim dalam membuat nasi liwet. Tapi meski bekerja secara berkelompok, warga memasak nasi liwet di satu tempat ini secara bersamaan," tuturnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Wawan Setiawan memgatakan, helaran Gembrong Liwet kali ini diikuti 15 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8 hingga 15 warga.

Helaran ini terbilang unik dan mulai diketahui luas hingga ke luar wilayah dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, kegiatan gembrong liwet kali ini diikuti juga oleh kelompok dari luar Kecamatan Pamulihan.

"Untuk tahun ini diikuti 15 kelompok, ada tambahan satu kelompok asal wilayah kecamatan lain," ucapnya.

Baca juga: Mengenal Liwet Massal, Tradisi Unik Warga Cianjur Sambut Ramadhan

Warga setempat, Toha Hamdani (35) mengaku antusias mengikuti tradisi Gembrong Liwet ini.

Menurutnya, ajang ini, selain kian memperertat tali silaturahmi juga menjadi ajang untuk saling memaafkan antar-warga menjelang bulan suci Ramadhan.

"Tradisi Gembrong Liwet ini selalu kami nanti setiap tahun. Ini sebagai ungkapan syukur sekaligus ungkapan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Regional
Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Regional
Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X