PDAM Magetan Ungkap Penyebab Gatal yang Dialami Warga, Salah Satunya Ulat Bulu

Kompas.com - 02/05/2019, 11:44 WIB
Ilustrasi air bersih THINKSTOCKS/KENZAZAIlustrasi air bersih


MAGETAN, KOMPAS.com - PDAM Kabupaten Magetan Jawa Timur telah menerima hasil uji laboratorium sampel air yang telah di kumpulkan dari 80 titik di mana pelanggan mengeluhkan gatal setelah mandi.

Direktur PDAM Lawu Tirta Magetan Welly Kristanto mengatakan, hasil uji bakteriologi dan kimia lengkap yang telah dilakukan menunjukkan tidak ada data yang mengarah ke klinis gatal pada kulit manusia.

Faktor penyebab gatal menurutnya karena perubahan musim dari hujan ke kemarau, dampak dari bulu padi di masa panen seperti saat ini, serta kebiasaan warga yang menampung air di bak.

Baca juga: Warga Keluhkan Air yang Bikin gatal, PDAM Magetan Ambil Sampel di 80 Titik

 

"Faktor polusi udara dari ulat bulu juga menjadi salah satu sebab," ujar Welly, melalui pesan singkat Kamis (2/5/2019).

Welly mengatakan, hasil lengkap uji lab yang dilakukan oleh PDAM Magetan terhadap air sampel menunjukkan angka sisa kandungan chlor 0,2-0,5 miligran perliter.

Menurut hasil lab, chlor menjadi indikator awal ada tidaknya bakteriologi yang ada pada air PDAM.

"Sisa chlor 0,2–0,5 miligram per liter menjadi syarat air bersih dari Permenkes yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat, karena pada kadar sisa chlor tersebut, tidak ada bakteri coli yang bertahan hidup dalam air. Jika bakteri coli saja mati dengan sisa chlor dari proses disinfektan, maka bakteri lain juga akan mati," ujar dia.

Keluhan gatal dari masyarakat yang ada di 5 kecamatan di Mahetan yang berada di wilayah dataran rendah dan adanya warga pengguna air sumur yang turut menderita gatal menurut Welly juga bisa menjadi indikasi bahwa penyebab utama keluhan gatal warga bukan dari air PDAM.

Sumber air PDAM yang selama ini dialirkan ke rumah pelanggan, 50 persen lebih berasal dari mata air dari pegunungan Gunung Lawu.

Baca juga: Pasca-Semburan Gas dan Lumpur di Maluku Tengah, Warga Terserang Gatal-gatal

 

"Sumber baku air yang kami alirkan lebih 50 persen dari mata air di Gunung Lawu, sisanya dari Waduk Ngonggang dan suber air permukaan," ucap dia.

Sebelumnya warga di sejumlah desa yaitu Desa Rejosari, Desa Jambangan, Desa Selorejo, Desa Genengan Dan Desa Pojok Sari memposting keluhan gatal gatal setelah mandi dengan menggunakan air PDAM di media sosial.

PDAM Kabupaten Magetan Jawa Timur mengambil sampel air di 80 titik yang menjadi lokasi keluhan warga terkait gatal-gatal yang dirasakan usai mandi, untuk uji laboratorium lengkap.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X