Kompas.com - 02/05/2019, 11:09 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selano memberikan penjelasan terkait ASN koruptor kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/5/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selano memberikan penjelasan terkait ASN koruptor kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/5/2019)

AMBON,KOMPAS.com - Badan Kepegawaian Kota Ambon, memastikan sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Ambon yang tersangkut kasus korupsi telah dipecat.

Kepala BKD Kota Ambon, Benny Selanno mengatakan, pemecatan terhadap para pejabat dan ASN koruptor itu sesuai dengan Surat Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional.

Selanno enggan menyebutkan dengan rinci jumlah ASN yang dipecat karena terlibat korupsi. 

“Yang pasti semuanya sudah selesai (dipecat),” kata Selanno kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: 6 Fakta Penangkapan Bupati Talaud Sri Wahyumi, Diduga Terima Suap Proyek Pasar hingga Sosok Bupati Penuh Kontroversi

Dia menjelaskan, para ASN koruptor yang dipecat secara tidak hormat itu telah menjalani masa hukuman sesuai putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Iya prosesnya sudah inkrah. Nanti pak Wali akan menggelar konfrensi pers mungkin sebentar atau paling lambat besok, mungkin beliau sebentar sudah tiba nanti beliau akan menjelaskan secara rinci prosesnya,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu ASN koruptor di lingkup pemerintah Kota Ambon yang status hukumnya telah memiliki kekuatan hukum tetap dan telah menjalani masa penahanan yaitu mantan Kepala Inspektorat yang juga mantan Kepala Badan Pengelolaan Asset dan Keuangan Pemkot Ambon, Jacky Talahatu.

Jacky diputus bersalah dan dihukum selama 1 tahun penjara karena terlibat dalam kasus korupsi taman kota tahun 2012 senilai Rp 1,3 miliar. Dalam kasus itu ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 161 juta.

Baca juga: Tangkap Bupati Talaud, KPK Amankan Anting Berlian hingga Jam Tangan Rolex

Dalam kasus itu, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Moritz Lantu juga ikut dihukum penjara selama 1 tahun. Sementara pejabat lainnya Daniel Souhoka yang bertindak sebagai PPK dalam kasus itu dihukum 1,3 tahun.

Selain itu ASN lainnya yang tersangkut kasus korupsi yakni mantan Sekretaris KPU Kota Ambon, Daniel Russel. Dia dihukum 1,8 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dana hibah KPU Kota Ambon pada Pilkda 2011 senilai Rp 11,1 miliar. Dalam kasus itu mantan bendahara KPU Kota Ambon, Heri Leliantono juga dihukum 1,2 tahun penjara.

Menurut Selanno semua pejabat koruptor di Pemkot Ambon kini telah dipecat dan tidak lagi menerima haknya sebagai ASN.

“Tidak bisa lagi terima haknya (gaji), kan kalau sudah dipecat ya hilang haknya,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X