Komentar Ridwan Kamil soal Keributan Remaja Baju Hitam di Bandung

Kompas.com - 02/05/2019, 09:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/5/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Jajaran Polrestabes Bandung menangkap ratusan remaja yang terlibat keributan di sela peringatan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019) kemarin.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan hal itu. Sebab, secara umum, perhelatan May Day di Bandung berjalan kondusif. Ironisnya, kendaraan buruh pun turut jadi korban aksi vandalisme remaja baju hitam itu.

"Yang saya terima laporan, melakukan hal yang melanggar ketertiban justru ternyata bukan buruh. Laporannya juga ada mobil buruh yang terkena aksi vandalisme. Jadi kami sangat menyesalkan dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Polisi: Kelompok Baju Hitam yang Beraksi di Bandung Bernama Anarko

Dari laporan yang ia terima, terdapat sejumlah pelajar dan anak di bawah umur yang turut diamankan. Ia menilai, mereka hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui latar belakang aksi.

"Tapi mau ikut-ikutan atau tidak, setiap tindakan ada konsekuensinya. Termasuk yang masih pelajar, berarti orangtuanya yang terkena getahnya kan begitu ya. Selain dihukum, orangtuanya dipermalukan dan sebagainya," tambah Emil.

Emil menjelaskan, pemerintah tak melarang bentuk ekspresi apa pun selama tak melanggar aturan.

"Negara ini memberi jaminan kebebasan untuk berpendapat termasuk berunjuk rasa menyampaikan (pendapat), saya rasa gak ada masalah dari sisi itu. Tapi pada saat dia melanggar risiko menjadi sebuah konsekuensi. Ini menjadi pelajaran agar kita di negara Indonesia ini kebebasan itu ada tata caranya, tidak sebebas-bebasnya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat Polrestabes Bandung mengamankan ratusan remaja berbaju hitam di tengah peringatan May Day di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019).

Mereka ditangkap lantaran melakukan aksi vandalisme.

Selain itu, ada juga sejumlah perempuan dan anak di bawah umur yang turut diamankan.

Baca juga: Diamankan Polisi, Ini Pengakuan Anggota Kelompok Baju Hitam dari Subang

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, para pemuda itu ditertibkan tak jauh dari Gedung Sate. Irman memastikan bahwa kelompok itu bukan dari serikat buruh.

"Hari ini kan peringatan May Day. Buruh datang ke Bandung dari berbagai kota di Jabar. Di balik itu ada sekelompok yang memang bukan buruh menamakan salah satu kelompok dengan identitas hitam-hitam ternyata ada indikasi terjadinya gesekan dengan buruh," ujar Irman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X