Risma Pastikan Bangun Jalur Bawah Tanah Terminal Joyoboyo-Kebun Binatang Surabaya

Kompas.com - 02/05/2019, 05:00 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, meninjau pembangunan pedestrian bawah tanah di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/5/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, meninjau pembangunan pedestrian bawah tanah di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/5/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal merealisasikan pembangunan underpass atau pedestrian bawah tanah yang terkoneksi antara Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Underpass tersebut, nantinya bakal digunakan untuk para pejalan kaki dari TIJ menuju ke KBS.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan bahwa pembangunan underpass yang terkoneksi antara TIJ dengan KBS bakal segera direalisasikan.

Dengan begitu, jalanan di sekitar Joyoboyo hingga KBS tak akan terganggu, karena volume pengunjung KBS sudah diatasi, jika pengerjaan underpass ini selesai.

Baca juga: Awal Mula Tercetusnya Pembangunan Alun-alun Surabaya Bawah Tanah 

"Pintu masuk (KBS) tetap, nanti parkirnya di sini (KBS) dikurangi, bus itu semua nanti parkirnya di Joyoboyo (Park and Ride),” kata Risma saat meninjau rencana lokasi pembangunan underpass yang menghubungkan TIJ dan KBS, Rabu, (1/5/2019).

Risma menjelaskan, Pemkot Surabaya saat ini sedang mengkaji lebih menyeluruh pembangunan underpass tersebut. Apakah nantinya jalur sepanjang 170 meter itu akan melintasi di bagian bawah kampung atau kandang satwa di KBS.

Namun, ia menargetkan, proyek underpass tersebut bisa dioperasionalkan bulan Desember 2019. Dengan begitu, seluruh bangunan di Joyoboyo, termasuk underpass, plaza dan park and ride bisa digunakan masyarakat awal tahun 2020.

Baca juga: Cantiknya Bunga Tabebuya di Surabaya: Mekar di Musim Hujan, Mirip Musim Sakura di Jepang

"Kontraknya kan jadi satu dengan underpass, cuman kemarin kan kita belum dapat titiknya. Kalau kita sudah tahu titiknya, volumenya, bisa segera dikerjakan," imbuhnya.

Proyek underpass tersebut, rencananya akan dibangun dengan dua basement. Jalur pejalan kaki akan berada di basement bawah dengan kedalaman total sepuluh meter.

Tak hanya itu, selain dibangun sebagai jalur pejalan kaki, underpass tersebut juga bakal berfungsi untuk menggerakkan ekonomi warga setempat.

Nantinya, di sebelah kanan dan kiri jalur underpass akan menjadi lokasi bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau pedagang lokal untuk berjualan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Regional
Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Regional
Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X