Sandiaga Sayangkan dan Prihatin Adanya Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan di "May Day"

Kompas.com - 01/05/2019, 18:55 WIB
Sandiaga Uno menemui relawannya di Kantor DPD Gerindra Sumbar, Rabu (1/5/2019)Kompas.com/PERDANA PUTRA Sandiaga Uno menemui relawannya di Kantor DPD Gerindra Sumbar, Rabu (1/5/2019)


PADANG, KOMPAS.com - Calon wakil presiden (cawapres) RI, Sandiaga Uno menyayangkan dan ikut prihatin terhadap kasus kekerasan terhadap wartawan yang meliput kegiatan " May Day".

"Saya sangat menyayangkan dan ikut prihatin," kata Sandi, usai menghadiri acara syukuran dengan relawan Prabowo-Sandi, di Padang, Sumatera Barat, Senin (1/5/2019).

Baca juga: Sandiaga Uno: Terima Kasih Sumatera Barat

Sandi menyebutkan, pers merupakan pilar keempat dari demokrasi Indonesia sehingga harus dipastikan tidak boleh ada kekerasan bagi insan pers.


"Kita berharap semua pihak harus memastikan untuk mengawal proses peliputan. Tidak boleh ada kekerasan," ujar dia.

Menurut Sandi, jika ada kekerasan terhadap insan pers harus segera ditindak dan tidak boleh dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

Baca juga: Sandiaga Uno: Silaturahim dengan Kiai Maruf Amin Bisa Anytime, Sekarang Fokus Kawal Suara

Sebelumnya, dua orang wartawan yakni fotografer media Tempo, Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza, diduga mendapat tindakan kekerasan dari aparat kepolisian saat meliput kegiatan hari buruh di Gedung Sate, Bandung.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X