Gubernur Bengkulu Ungkap 4 Penyebab Banjir dan Longsor

Kompas.com - 01/05/2019, 12:13 WIB
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menggelar jumpa pers KOMPAS.COM/FIRMANSYAHGubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menggelar jumpa pers


BENGKULU, KOMPAS.com - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengungkapkan 4 hal penyebab banjir dan longsor yang menerjang wilayahnya dan menyebabkan 29 korban meninggal dunia.

'Pertama, persoalan di daerah hulu sungai. Kedua, daerah aliran sungai (DAS). Ketiga, daerah hilir sungai. Keempat, daerah resapan air (DRA)," kata Rohidin, pada acara pembukaan Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Bengkulu 2019, di Hotel Santika Bengkulu, Selasa (30/4/2019).

Persoalan di hulu sungai, kata dia, ada pertambangan, penggundulan hutan, dan ada Hak Guna Usaha (HGU). Intinya menyebabkan kerusakan hutan.

Baca juga: Menteri BUMN: Jumat, Listrik yang Rusak akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu akan Pulih

Selain di hulu, masalah juga terjadi di sisi DAS-nya. Menurut Rohidin, DAS-nya sudah pengalami penyempitan hampir semua badan sungai.

Terutama di kawasan Kota Bengkulu. “Hilirnya juga sudah terjadi pendangkalan. Sedimentasinya sangat tinggi sekali, di samping penumpukan sampah dan sebagainya,” ucap Rohidin.

Rohidin menambahkan, pada daerah resapan air juga bermasalah. Perkembangan lima tahun terakhir pusat-pusat pertumbuhan perumahan, terutama perumahan sederhana banyak sekali di Kota Bengkulu.

“Maka saya kira Badan Pertanahan Nasional (BPN) bisa jadi salah satu lembaga yang bisa mengawal ini,” pinta dia.

Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Doni Murado menyebutkan, bencana banjir di Bengkulu yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia disebabkan oleh kerusakan di kawasan hulu sungai.

"Ke depan peristiwa seperti ini jangan terulang. Bahwa daerah tangkapan air di hulu sungai mengalami perubahan fungsi, alih fungsi lahan, dan pertambangan," kata Doni Murando, di Bengkulu.

Atas temuan itu, Doni mengatakan, telah koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar wilayah Bengkulu dikakukan penilaian tata ruang kawasan tangkapan air dan fungsi hutan.

Baca juga: Mensos Usulkan Pembangunan Kanal untuk Atasi Banjir di Bengkulu

Selain itu, Doni juga mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan untuk melakukan penilaian di sejumlah pertambangan.

"Kedua kementerian itu akan menurunkan tim segera untuk melakukan penilaian dan evaluasi," ujar dia.

Banjir dan longsor di Bengkulu menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 hilang, 12.000 warga mengungsi dan 13.000 terdampak. Puluhan fasilitas umum rusak berat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Regional
Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Regional
Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Regional
Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara 'Soft'

Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara "Soft"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X