Hewan Ternak Liar Mati Mendadak, Diduga akibat Perubahan Iklim

Kompas.com - 01/05/2019, 08:38 WIB
Hewan ternak warga Bidara Cina, Jakarta Timur, ikut mengungai saat banjir melanda daerah itu Senin (5/2/2018) malam. Stanly RavelHewan ternak warga Bidara Cina, Jakarta Timur, ikut mengungai saat banjir melanda daerah itu Senin (5/2/2018) malam.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sebanyak 15 ekor kerbau liar milik warga Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan mati mendadak di hutan.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan setempat yang turun langsung ke desa tersebut belum berhasil mengidentifikasi dan menemukan bangkai hewan yang dilaporkan mati dalam hutan tersebut.

"Tadi Kasie Kesehatan Hewan drh Trisnawati sudah turun ke lapangan menjumpai kepala desa terkait laporan 15 ekor kerbau mati. Namun, lokasinya jauh di hutan, sehingga kami tidak mengetahui pasti kondisi dan lokasi kerbau mati itu seperti apa," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya drh Safridhal kepada Kompas.com, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Tertibkan Ternak Liar, Anggota Satpol PP Ditanduk dan Terlilit Tali

Menurut Safridhal, hewan ternak yang dilaporkan mati mendadak merupakan kerbau liar milik warga yang dilepas di dalam hutan.

Dengan demikian, pihaknya menduga hewan-hewan tersebut mati mendadak akibat perubatan iklim dari musim panas ke musim hujan.

Sebab, lanjut dia, sebagian wilayah pegunungan Kabupaten Nagan Raya termasuk indemik Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yaitu Septicaemia Epizootica (SE). 

Baca juga: Cari Hewan Ternak, Warga Malah Temukan Mayat Bayi di Bawah Jembatan

"Kerbau mati dalam kondisi dari mulutnya mengeluarkan busa, dugaan kami itu terserang penyakit ngorok atau bahasa latinnya Septicaemia Epizootica (SE). Wilayah Nagan Raya termasuk indemik penyakit itu, sehingga saat perubahan iklim hewan yang daya tahan lemah mudah terserang penyakit," ujarnya. 

Petugas mulai melakukan vaksinasi terhadap seluruh ternak warga yang dikandangkan. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang mulai menyerang hewan ternak warga yang dilepas liar di hutan.

" Hewan ternak yang dikandangkan sudah kami vaksinasi gratis, karena tahun ini targetnya kami akan vaksinasi hewan ternak kerbau dan lembu gratis sebanyak 4.500 ekor," kata Safridhal. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X