Kakanwil Jabar Sebut Izin Berobat Setnov ke RSPAD Sesuai Prosedur

Kompas.com - 30/04/2019, 21:35 WIB
Kakanwil Jabar Liberti Sitinjak tengah menjelaskan jumlah warga binaan yang memilih dan tidak memilih di Pilpres 2019. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKakanwil Jabar Liberti Sitinjak tengah menjelaskan jumlah warga binaan yang memilih dan tidak memilih di Pilpres 2019.

BANDUNG, KOMPAS,com - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Liberti Sitinjak menyebut bahwa izin berobat narapidana Lapas Sukamiskin Bandung, Setya Novanto sudah sesuai dengan prosedur.

“RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) itu RS ya, berarti ada yang sakit ya, kalau ada yang sakit normal saja lah ya. Saya pikir Kalapas sudah laporan ke saya bahwa apa yang dilakukan Lapas itu sesuai dengan prosedur,” kata Liberti ditemui di Kantor Kemenkum HAM Jabar, Selasa (30/4/2019).

Dikatakan, Setya Novanto ke RSPAD berdasarkan rujukan dari dokter Lapas Sukamiskin dan dokter di Bandung.

Baca juga: Setya Novanto Terlihat di Restoran Padang, Ditjen Pemasyarakatan Janji Tindak Tegas

“Bahwa di lapas ada dokter, yes i know, tapi dokter yang di lapas itu tidak bisa melakukan sebuah tindakan yang menurut standar mereka manakala penyakit itu agak serius, maka akan dirujuk, itu juga saran dari dokter di Bandung ini. Dokter RS rujukan kami itu merekomedasikan kami harus ke RSPAD. Menyangkut tentang penyakit, dokter kami ada dan itu dasar kami melakukan rujukan awal. Rujukan lanjutan bukan domain kami, kami mengikuti saran dokter itu bahwa permintaannya ke RSPAD,” jelasnya.

Terkait adanya kabar penyalahgunaan izin, Liberti membantah. Pasalnya, izin yang dikeluarkan sudah sesuai dengan prosedur.

“Yang bilang ada penyalahgunaan siapa? Saya pikir dengan izin seperti itu sampai ke RSPAD kalau ada penyalahgunaan menurut saya agak sedikit dipertanyakan. Jangan digoreng ini berita, nanti kalau ada narapidana mati di dalam, salah lagi petugas PAS (Pemasyarakatan). Begitu ada yang sakit dokter kita melakukan upaya itu dan titik akhirnya itu dilakukan di RSPAD salah lagi, dimana salahnya?” katanya.

Baca juga: Setya Novanto Terlihat Ada di Restoran Padang RSPAD, Ini Tanggapan KPK

"Ada yang bisa membuktikan kesalahan itu, tunjukkan ke saya, hari ini juga saya periksa Kalapas dan semua jajarannya, tapi tolong jangan katanya, katanya, ya repot juga saya sebagai Kakanwil kalau katanya katanya,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada batas waktu berobat Setya Novanto ke RSPAD, Liberti mengatakan, hal itu bisa ditanyakan kepada dokter yang menangani. Pasalnya, dirinya tak memiliki kapasitas untuk menjawab.

“Kalau sampai berapa lama, saya tidak mempunyai kompetensi menjawab, tanya saja dokter RSPAD, karena mereka menangani. Jadi itu yang saya pikir. Jadi, kalau soal berapa lama ya apa kata dokter, kan kita tidak bisa mengintervensi, kecuali misalnya ada hal kecurigaan menurut hematnya pimpinan di lapangan itu ada hal yang harus di pertanyakan, saya yakin dia tahu jawabannya meminta second opinion. Itu aturan mainnya kalau ada kecurigaan,” jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Regional
2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

Regional
'Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?'

"Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?"

Regional
Kisah Suparman Si 'Superman', 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Kisah Suparman Si "Superman", 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Regional
Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Regional
Orang Rimba Bertarung dengan Ular Sanca 3 Meter, Korban Tewas Dililit

Orang Rimba Bertarung dengan Ular Sanca 3 Meter, Korban Tewas Dililit

Regional
Suami Jual Istri dan Cowok Jual Pacar Usia Belasan di Jaringan Prostitusi Online Lintas Provinsi

Suami Jual Istri dan Cowok Jual Pacar Usia Belasan di Jaringan Prostitusi Online Lintas Provinsi

Regional
Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Meninggal karena Corona, Khofifah: Selamat Jalan Saudaraku

Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Meninggal karena Corona, Khofifah: Selamat Jalan Saudaraku

Regional
Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Pacar Sempat Dituduh Pelakunya

Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Pacar Sempat Dituduh Pelakunya

Regional
Fakta Ayah Hamili Anak Kandung, Berawal dari Laporan Masyarakat, Anak Mengaku Suka Sama Suka

Fakta Ayah Hamili Anak Kandung, Berawal dari Laporan Masyarakat, Anak Mengaku Suka Sama Suka

Regional
BERITA FOTO: Diterjang Banjir Bandang, Masamba Luwu Utara Porak Poranda

BERITA FOTO: Diterjang Banjir Bandang, Masamba Luwu Utara Porak Poranda

Regional
Cerita Ayah Hamili Anak Kandung, Tidak Bertemu Sejak Lahir, Dilakukan Suka Sama Suka

Cerita Ayah Hamili Anak Kandung, Tidak Bertemu Sejak Lahir, Dilakukan Suka Sama Suka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Tertular Ayahnya Saat Mengantar Berobat

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Tertular Ayahnya Saat Mengantar Berobat

Regional
Anak Kandung Dihamili Ayah, Pelaku Rindu karena Korban Mirip Ibunya dan Mengaku Suka Sama Suka

Anak Kandung Dihamili Ayah, Pelaku Rindu karena Korban Mirip Ibunya dan Mengaku Suka Sama Suka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X