Protes Kenaikan Biaya Stikerisasi, Sopir Taksi di Sumbar Ancam Lakukan Aksi Mogok di BIM

Kompas.com - 30/04/2019, 17:49 WIB
Ilustrasi Taksi Think StockIlustrasi Taksi

PADANG, KOMPAS.com - Ratusan sopir taksi Bandara Internasional Minangkabau ( BIM), Sumatera Barat ( Sumbar), mengeluhkan biaya stikerisasi yang tahun ini dinaikan oleh pengelola BIM, PT Angkasa Pura II.

Kenaikan harga tahunan strikerisasi dari Rp1,5 juta menjadi Rp 4,4 juta itu dilakukan di saat sopir taksi mengalami penurunan jumlah penumpang akibat turunnya jumlah penumpang pesawat.

"Kenaikannya sangat signifikan sekali dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 4,4 juta. Padahal, kita sedang sepi penumpang karena penurunan jumlah penumpang pesawat," kata Sekretaris Kosti Sumatera Barat, Mardisal Ade yang dihubungi, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: May Day, Buruh di Banjar Memilih Liburan Daripada Unjuk Rasa

Mardisal mengatakan, jika pihak Angkasa Pura II tetap menerapkan kebijakan tersebut pada 1 Mei, pihaknya berencana menggelar aksi mogok di depan pintu masuk BIM.

"Kita minta kebijakan ini ditunda dan evaluasi dulu. Kenapa naiknya mendadak dan selangit pula ketika kami sepi penumpang," katanya.

Ketua Organda Sumbar S Budi Syukur yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah menerima keluhan dari sopir dan pengusaha taksi.

"Kita juga sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Sumbar terkait naiknya biaya tahunan strikerisasi taksi BIM ini. Kita tidak ingin persoalan ini melebar dan terjadi kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Baca juga: Jelang May Day, Jokowi Makan Siang Bareng Buruh Pabrik

Humas PT Angkasa Pura II Fendrik menyebutkan, kebijakan tersebut sudah terlebih dahulu disosialisasikan dan malahan sudah ditembuskan ke Organda Sumbar.

"Jangan salah, kebijakan ini sudah kita sosialisasikan. Kalau dulu biaya tahunan strikerisasi itu memang Rp 1,5 juta," katanya.

Hanya saja biaya itu tidak termasuk biaya pengendapan, konsesi usaha, manage service dan ROI. Tahun ini, Fendrick menyebutkan pihaknya menggabungkan semuanya dengan total Rp 4,4 juta.

"Kalau dibayarkan terpisah, biayanya akan lebih mahal lagi. Bisa mencapai Rp 10 juta lebih per tahunnya," katanya.

Soal pembayaran, pihaknya juga memberikan keringanan dimana dapat diangsur sesuai dengan kesepakatan sehingga tidak memberatkan sopir dan pengusaha taksi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X