Ridwan Kamil Sebut Orang Miskin Pilih Rentenir karena Administrasi Bank Ribet

Kompas.com - 30/04/2019, 15:04 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berbicara dalam RUPS Bank Jabar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berbicara dalam RUPS Bank Jabar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (30/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Bank BJB harus bisa relevan dengan perkembangan. Salah satunya, ia meminta agar Bank BJB mempermudah proses pinjaman, khususnya untuk masyarakat kelas bawah.

Hal itu dikatakan Ridwan saat hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BJB di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (30/4/2019).

"Kenapa ada fintech dan rentenir? Karena gampang, walaupun biayanya mencekik. Saya survei orang miskin lebih memilih bunga tinggi dari pada ribet berurusan administrasi. Rumusnya itu," ujar Emil, sapaan akrabnya.

Baca juga: Gubernur Jabar Disebut Sudah Kantongi 25 Nama Calon Direksi Bank BJB

Fakta itu ia temukan sewaktu mewawancara seorang pedagang kaki lima di kawasan Cicadas Kota Bandung.

Emil mengatakan, masyarakat miskin cenderung sulit untuk berurusan dengan administrasi dan pelayanan yang kaku.

"Saya sampling PKL di Cicadas, kenapa ke rentenir karena di bank mah harus ganti baju, dijudesin satpam, teller-nya ribet, stress. Kalau rentenir cuma dilihat lapaknya cair langsung. Artinya bank harus hapal psikologis konsumen. Konsumen hari ini harus jemput bola, kalau tidak dilawan maka rentenir tumbuh subur," tuturnya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Pendaftaran Direksi Bank BJB Terbuka bagi Siapa Pun

Sebab itu, Emil menuturkan ada tiga visi yang dititipkan kepada BJB tahun ini, yakni profit, pro-development, dan pro-poor.

"Dalam tahun mendatang dimulai revolusinya. Kalau tiga ini berhasil kami punya cita-cita dengan profesionalisme dan ketekunan BJB bisa naik kelas ke bank buku IV," ungkapnya.

Selain itu, Emil juga berharap agar BJB kembali kepada misi awalnya sebagai bank pembangunan di Jawa Barat.

"Huruf P (Pembangunan) itu belum terasa. Itu yang harus ditambahi dalam hal relevansi ini. Harapan kita setelah RUPS penyaluran kreditnya bisa ke daerah," jelasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Regional
Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Regional
Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Regional
Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Regional
Gara-gara Utang Sang Ayah, Siswi SMP Dibuntuti, Diperkosa dan Dibunuh Saat Pamit Belajar Kelompok

Gara-gara Utang Sang Ayah, Siswi SMP Dibuntuti, Diperkosa dan Dibunuh Saat Pamit Belajar Kelompok

Regional
Bantu Teman Telilit Utang, Pria 36 Tahun Ini Nekat Menjual Uang Palsu

Bantu Teman Telilit Utang, Pria 36 Tahun Ini Nekat Menjual Uang Palsu

Regional
Umat Islam Lebih Dianjurkan Berkurban Tahun Ini

Umat Islam Lebih Dianjurkan Berkurban Tahun Ini

Regional
WN Afghanistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

WN Afghanistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Regional
Pencuri yang Melukai Mata Korban di Tanjung Balai Ditangkap

Pencuri yang Melukai Mata Korban di Tanjung Balai Ditangkap

Regional
Misteri Asal-usul Lagu Yamko Rambe Yamko: Teori Diciptakan Soekarno hingga Dibawa Guru-guru ke Papua

Misteri Asal-usul Lagu Yamko Rambe Yamko: Teori Diciptakan Soekarno hingga Dibawa Guru-guru ke Papua

Regional
Tinggal di Cikarang, Bagaimana Pembakar Mobil Tahu Rumah Via Vallen di Sidoarjo?

Tinggal di Cikarang, Bagaimana Pembakar Mobil Tahu Rumah Via Vallen di Sidoarjo?

Regional
Perkawinan Sedarah di Kerinci, Antara Tradisi dan Pemicu Bayi Stunting

Perkawinan Sedarah di Kerinci, Antara Tradisi dan Pemicu Bayi Stunting

Regional
Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah

Regional
IDI Jatim Minta Insentif untuk Tenaga Medis Segera Dicairkan

IDI Jatim Minta Insentif untuk Tenaga Medis Segera Dicairkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X