Aksi Mahasiswa Kecam Vonis Bebas Terdakwa Pelecehan Seksual di PN Cibinong

Kompas.com - 30/04/2019, 11:53 WIB
Unjuk rasa memanas setelag pihak PN Cibinong menemui mahasiswa yang sedang berorasi di Cibinong Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019)Kompas.com/Afdhalul Ikhsan Unjuk rasa memanas setelag pihak PN Cibinong menemui mahasiswa yang sedang berorasi di Cibinong Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019)

BOGOR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dari Universitas Djuanda (Unida) berunjuk rasa di kantor Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019).

Mahasiswa menuntut PN Cibinong melaksanakan asas keadilan dalam penegakan hukum kasus pelecehan seksual yang membebaskan HI (41), seorang pelaku kekerasan seksual terhadap kakak beradik, Joni (14) dan Jeni (7). Joni dan Jeni bukan nama sebenarnya.

Para mahasiswa membakar ban sambil menyampaikan aspirasinya menggunakan pengeras suara lengkap dengan poster yang meminta keadilan atas kasus Joni dan Jeni.

Mereka mengecam keputusan Ketua Majelis Hakim PN Cibinong, Muhammad Ali Askandar, yang membebaskan HI. Putusan itu sendiri diambil dengan alasan tidak adanya saksi yang melihat kejadian secara langsung.


Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Kakak Beradik Divonis Bebas, Hakim PN Cibinong Diprotes

Unjuk rasa itu pun sempat memanas. Namun, setelah perwakilan PN Cibinong yang didampingi aparat menemui mahasiswa, kondisi kembali terkendali. Perwakilan PN Cibinong mengajak mahasiswa beraudiensi.

Ketua BEM Unida Arifin saat audiensi menyampaikan kekecewaan lantaran PN Cibinong menganggap keputusan yang diambil majelis hakim adalah bentuk ketidaksengajaan.

"Hasil audiensi dengan PN tadi, kami kecewa bahwa keputusan bebas itu bagian dari kekhilafan majelis hakim, itu jawaban Ketua PN Cibinong. Mereka mengatakan bahwa putusan bebas terhadap terdakwa HI kasus pencabulan tidak lepas dari kekhilafan, kita sangat kecewa itu," kata Ketua BEM Arifin kepada Kompas.com usai beraudiensi.

Para mahasiswa juga mempertanyakan proses hukum yang seolah-olah ada keberpihakan. Menurut dia, sejumlah bukti yang sudah terkuak di persidangan seperti hasil visum, keterangan korban, bahkan pengakuan terdakwa telah terbukti.

"Kami sangat menekan, mendesak Ketua PN cibinong agar mengevaluasi apa yang dilakukan hakim-hakim PN Cibinong.

Baca juga: KPK Eksekusi Mantan Auditor BPK ke Lapas Cibinong

"Kalau kita minta komitmen terkait kasus pelecehan anak ke depannya karena ini dijadikan pengadilan percontohan bagi pengadilan pengadilan lain tentang perempuan khususnya anak," tambahnya.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong Kabupaten Bogor, Lendriaty Janis mengaku bahwa perkara tersebut saat ini dalam upaya hukum. Ia meminta kepada pihak-pihak yang mengecam agar menunggu hasil keputusan.

"Jadi tunggulah keputusan dari kasasinya, kita hormati putusannya. Sekarang kita juga lagi menunggu," ungkapnya.

Ia menanggapi atas pernyataannya mengenai kekhilafan hakim yang memberi putusan.

"Tuntutan mereka (mahasiswa) wajar, yang penting prosesnya tetap lanjut dan hakimnya dimintai keterangan. Sikap saya sudah laporkan ke pengadilan tinggi, turun tim dari bawah hari ini tiga hari jadi kasasi kita nunggu," ujarnya.

Joni dan Jeni diduga menjadi korban pencabulan oleh HI selama tiga tahun terakhir. Pelaku merupakan tetangga korban di Cibinong, Bogor. Aktivitas bejat itu dilakukan di rumah HI yang letaknya tak jauh dari rumah Joni dan Jeni.

Pemerkosaan itu terkuak setelah orangtua Joni dan Jeni mencurigai perilaku aneh Jeni setelah pulang dari tempat tinggal HI. Kedua korban kemudian mengaku dicabuli HI.

Orangtua kakak beradik itu lantas melaporkan kasus ini ke polisi pada September 2018.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X