Alasan Jaksa Tuntut WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix 20 Tahun Penjara

Kompas.com - 30/04/2019, 11:51 WIB
Mataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram KOMPAS. Com/Fitri.RMataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram

MATARAM, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum (JPU) Ginung Pratidina mengatakan, banyak yang memprediksi WN Prancis terdakwa kasus narkoba Dorfin Felix akan dituntut dengan hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Namun, jaksa dalam sidang Senin (29/4/2019), menuntut Dorfin dengan 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Jaksa menyebut, tuntutan ini sudah merupakan pidana maksimal yang bisa diterapkan. JPU akan melihat apakah hakim nantinya akan memutus sama, lebih tinggi, atau lebih rendah dari tuntutan.

"Saya rasa tidak mungkin lebih rendah (dari tuntutan). Jika masih ingat kasus 2,6 kilogram sabu milik Katlyn Dunn, WNA asal Afrika Selatan yang dituntut 20 tahun, saat banding jadi hukuman seumur hidup, supaya tidak terjadi disparitas dalam tuntutan penuntut umun, dengan jenis dan berat narkotika yang sama," kata Ginung.

Baca juga: WN Perancis Dorfin Felix Dituntut 20 Tahun Penjara karena Narkoba

Hukuman berat seperti seumur hidup, kata Ginung, tetap tidak bisa memberi efek jera selama masih banyak yang membutuhkan atau pengonsumsi narkotika. 

"Jadi, hukuman berat itu bagi saya tidak mempan memberi efek jera, karena banyak yang masih mengunakan narkotika dan membutuhkan jasa para pelaku, itu artinya kejahatan transaksi narkotika tidak mudah dihentikan selama penguna juga masih banyak," kata Ginung.

Kasus narkotika yang disidangkan meningkat

Apa yang dikatakan Ginung Pratidina terkait hukuman berat belum memberi efek jera selama masih banyak penguna narkotika, bukan tanpa alasan.

Ginung mengungkapkan, data peningkatan kasus Narkotika yang disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram hingga bulan April 2019 ini.

"Catatan kami, jumlah kasus narkotika yang disidangkan tahun 2018 mencapai angka 112 kasus, dan hingga April ini atau selama 4 bulan terakhir ini saja, kasusnya telah mencapai 70 kasus, baru 4 bulan saja angkanya sudah tinggi dan 2 kasus di antaranya melibatkan WNA," ujar Ginung.

Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix Terancam Hukuman Mati

Kasus narkotika yang melibatkan 2 WNA yakni kasus Dorfin sendiri dan Christoper Shawn Ory (CSO) asal Amerika yang kedapatan membawa 1 kilogram narkotika jenis ganja.

Dorfin kecewa

Kuasa hukum Dorfin, Deny Nur Indra merasa tuntutan itu terlalu berat. Meski demikian, Dorfin tetap tenang.

Bahkan usai sidang, ia menutupi kekecewaannya dengan meminta kuasa hukumnya membelikan makanan dan minuman yang disukainya.

Dorfin memesan coca-cola, dua buah sandwich dan burger berukuran besar.

"Dia tadi merasakan tuntutan itu berlebihan, hanya itu. Kalau prediksi saya ya tidak sebanyak itu tuntutannya. Dia sedih kan 20 tahun tuntutannya," kata Deny.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X