Cerita Kuli Salak yang Lolos Jadi Anggota DPRD, Andalkan Iuran Teman hingga Utang Rokok di Warung

Kompas.com - 30/04/2019, 09:33 WIB
Wachyu Hidayat di lapak salak Desa Pekelen, Kecamatan Madukaraka, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR Wachyu Hidayat di lapak salak Desa Pekelen, Kecamatan Madukaraka, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Di ujung sebuah gang berdiri rumah bercat merah menyala. Tidak banyak aktivitas di rumah, hanya tampak si empunya duduk di kursi kayu yang ditata membentuk letter U di teras.

Sementara di dalam rumah terdengar suara anak kecil yang terus merengek. Tak berselang lama, seorang wanita keluar membawa minuman. Wachyu Hidayat, si pemilik rumah, mengenalkan perempuan itu adalah istrinya.

"Kalau siang sepi seperti ini, tapi kalau malam ramai, banyak orang yang datang ke sini ngumpul-ngumpul, bisa sampai pukul 03.00," kata Dayat, demikian sapaan karibnya, Senin (29/4/2019).

Warga Desa/Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ini menjadi salah satu dari ratusan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Banjarnegara yang hampir dipastikan lolos dalam pemilu ini.

Baca juga: Berstatus Mahasiswa, Caleg Termuda dari Golkar Lolos ke DPRD Sumedang

Pria yang sebelumnya sebagai kuli (pekerja kasar) di lapak penjualan salak ini mengaku awalnya pesimistis akan lolos sebagai wakil rakyat. Caleg PDI-P ini akhirnya mendapatkan kursi ke-8 dari 10 kursi di dapilnya dengan meraih lebih dari 2.000 suara.

"Setelah coblosan, tanggal 18 April saya sudah pamit ke istri, kalau tidak jadi jangan kecewa. Saya pasti utangnya banyak, saya harus merantau ke Jakarta untuk membayar utang, penghasilan saya tidak mungkin cukup untuk membayar utang," tutur Dayat.

Saat itu Dayat dan tim relawannya menghitung hanya mampu mengumpulkan 900 suara by name. Bahkan di tempat pemungutan suara (TPS) dekat rumahnya, ia hanya mampu mendapatkan 30 suara.

"Teman-teman sudah lemas semua, kemudian saya dipanggil DPC (PDI-P) suruh datang ke kantor, katanya suara sudah banyak yang masuk, waktu itu sekitar 2000-an. Ketika saya ngabari teman-teman bahwa saya jadi, langsung pada nangis semua," kata Dayat.

Dayat mengaku selama masa kampanye, banyak dukungan dari teman dan saudara-saudaranya. Mulai dari teman sekolah, teman kerja di lapak salak dan para tetangga di tempat kelahirannya, Desa Pakelen, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.

"Kalau mau ada pertemuan dengan warga, teman-teman saya yang bingung nyari uang untuk medang (hidangan untuk warga. Kalau rokok kebetulan ada saudara dari teman yang punya toko cukup besar, saya ngambil rokok di situ," ujar Dayat.

Dayat mengaku sampai saat ini belum mengetahui berapa total uang yang dikeluarkan selama proses pencalegan. Karena uang hasil patungan dikelola oleh teman-temannya.

"Saya nggak pegang uang, teman-teman yang nyari uang, malah saya yang minta uang untuk sekolah anak. Untuk pemasangan alat peraga kampanye (APK) saja kerja bakti, nggak ada yang mau dibayar, bambu yang untuk memasang juga pemberian dari orang," kata Dayat.

Tetap di dunia salak

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional

Close Ads X