Ingin Bangun Rumah Sakit dan Sport Center, Pemprov Jateng Akan Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Kompas.com - 30/04/2019, 08:43 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang menjelaskan tentang kesiapan Jawa Tengah untuk membangun LRT, Jumat (5/4/2019), di Kota Semarang. Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang menjelaskan tentang kesiapan Jawa Tengah untuk membangun LRT, Jumat (5/4/2019), di Kota Semarang.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi daerah untuk membiayai proyek infrastruktur yang menguntungkan.

Berbagai proyek strategis telah ditentukan, salah satunya pembangunan rumah sakit khusus kanker dan sport center.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng masih mengkaji berbagai hal terkait proyek yang akan dibiayai dengan utang, termasuk regulasi yang mengaturnya.

Sejauh ini, Pemprov Jateng telah menentukan total besaran obligasi yang diterbitkan untuk mendanai proyek strategis.

"Total rencana obligasi nilainya mencapai Rp 2 triliun," kata Ganjar, di sela FGD Oblgasi Daerah, Senin (29/4/2019).

Baca juga: Di Jateng, Petugas Pemilu yang Meninggal Dapat Santunan Rp 10 Juta

Dana Rp 2 triliun diperlukan untuk membangun proyek infrastruktur. Direncanakan, dana dari obligasi itu akan digunakan untuk membangun rumah sakit untuk penderita kanker.

Sejumlah rumah sakit yang direncanakan yaitu RSUD Unggulan Pelayanan Kanker, RSUD Unggulan Pelayanan Ibu dan Anak dan pengembangan Pelayanan Kanker di RS Kelet, Jepara.

Selain itu, utang juga direncakanan untuk pembangunan sport center.

"Nanti yang membeli (obligasi daerah) dari PNS Jawa Tengah dan masyarakat," katanya.

Baca juga: Kapolri Mutasi Kapolda Jabar, Jateng, NTB, dan Papua

Meski telah menentukan berbagai proyek, Ganjar tampaknya belum yakin jika upaya ini terealisasikan dalam waktu dekat.

Menurut politisi PDI-P ini, obligasi daerah belum bisa pecah telur karena masih ada penilaian terhadap kinerja keuangan daerah, terutama adanya utang daerah dalam APBD.

Selain itu, obligasi daerah yang masuk APBD lalu dimasukkan ke dalam deposito menimbulkan suku bunga yang lebih rendah dibanding tabungan. Jika hal itu terjadi bisa saja dianggap sebagai kerugian daerah.

"Semoga saja tidak, dan (semoga) ini akan menjadi lompatan karena Jawa Tengah akan pecah telur, pertama kali akan mengeluarkan obligasi daerah dan mudah-mudahan menginspirasi," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X