Kompas.com - 29/04/2019, 21:34 WIB
Sebagian gedung terminal Bandara Internasional Yogyakarta sudah jadi. Terminal ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan melayani penumpang, di antaranya: ruang cek in, cek sekuriti, body scanner, ruang tunggu sebelum masuk pesawat, garbarata, lounge, hingga tenan yang melayani nanti. KOMPAS.COM/DANI JSebagian gedung terminal Bandara Internasional Yogyakarta sudah jadi. Terminal ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan melayani penumpang, di antaranya: ruang cek in, cek sekuriti, body scanner, ruang tunggu sebelum masuk pesawat, garbarata, lounge, hingga tenan yang melayani nanti.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Berbagai macam moda transportasi melengkapi beroperasinya Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penumpang maupun calon penumpang pesawat bakal tidak kesulitan ketika melewati YIA.

Moda transportasi yang bisa dinikmati, antara lain kereta api dari PT KAI, bus Damri, shuttle bus dan shuttle car dari PT Keren Transindo Sejahtera, taksi dari Primkop AU II dan dua perusahaan di bawah koordinasi Organda DIY.

"Semua komponen pendukung darat ini sudah melaksanakan simulasi pada tanggal 24 April," kata Agus Pandu Purnama, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) untuk YIA, Senin (29/4/2019).

Angkasa Pura (AP) I memastikan berbagai macam transportasi itu siap beroperasi ketika penerbangan dan layanan penumpang mulai tersedia.

Baca juga: Maskapai Mulai Ajukan Slot Penerbangan ke Bandara Internasional Yogyakarta

 

Melalui rilis berita AP I, penumpang dan calon penumpang pesawat udara yang ingin menggunakan moda transportasi kereta api, KAI menyiapkan enam rute perjalanan. Perusahaan KAI menyiapkan perjalanan yang berhenti di Stasiun Wojo di Kota Purworejo, Jawa Tengah. Wojo hanya sejarak 10 menit berkendara roda empat menuju YIA.

Pihak KAI juga menyiapkan kereta yang akan melayani perjalanan dari Stasiun Maguwo yang berada di Bandara Adisutjipto, Stasiun Tugu, melewati Wates kemudian menuju Stasiun Wojo. Rute ini akan dilayani sebanyak 4 kali perjalanan pulang pergi.

Selanjutnya, KAI juga menyediakan 2 layanan KA Solo Ekspres yang menghubungkan Solo Balapan-Kutoarjo.

Dari Stasiun Wojo, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju YIA menggunakan shuttle bus atau Damri yang tersedia dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Untuk moda transportasi bus, Perum Damri menyiapkan 12 unit bus pulang pergi dengan trayek tahap awal, yaitu YIA-kantor Damri Cabang Yogyakarta di Kota Yogyakarta dan YIA-Stasiun Wojo.

Rute lainnya, yakni YIA-Candi Borobudur di Kota Magelang, Jawa Tengah, dan YIA-Kota Kebumen via Purworejo (Hotel Patra).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.