Polisi Buru Pelaku Penembakan Pria di Eks Lokalisasi Palembang

Kompas.com - 29/04/2019, 17:02 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan menurunkan tim gabungan untuk menangkap pelaku penembakan Usman Heri (35) yang ditemukan tewas di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu (28/4/2019).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, kasus penembakan dengan senjata api rakitan bukan kali pertama terjadi. Hal tersebut karena peredaran senjata api rakitan masih marak di kalangan masyarakat.

"Di Sumsel, masih banyak senpira (senjata api rakitan, red). Walaupun sudah dilakukan operasi penertiban, kasus penembakan dengan senpi masih saja terjadi. Akan saya tangani untuk ditegakkan hukum kepada pelakunya. Kapolresta dan Jatanras sudah saya perintahkan untuk menangkap pelaku," kata Zulkarnain, Senin (29/4/2019).

Baca juga: Seorang Pria Tewas Ditembak saat Tagih Utang di Eks Lokalisasi Teratai Putih Palembang

Lokasi penembakan tersebut memang dikenal sebagai tempat prostitusi serta peredaran narkoba. Polda Sumsel dan BNN pun, menurut Zulkarnain, telah berupaya untuk memberantas penyakit masyarakat.

"Kami sudah sering ke sana dan koordinasi dengan BNN. Tempat tersebut sering digunakan sebagai lokasi prostitusi dan narkoba. Memang perlu ada kesadaran bersama serta didukung masyarakat untuk menjadikan lokasi itu bebas narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda menambahkan, mereka saat ini masih mengejar pelaku.

"Identitasnya sudah dapat, sekarang masih dikejar, belum kita sebutkan siapa (identitas pelaku) karena dalam proses penyidikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Usman Heri (35), warga Jalan Suka Karya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, tewas setelah lehernya ditembak.

Korban tewas diduga ditembak oleh rekannya ketika hendak menagih utang di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih Palembang, Minggu (28/4/2019).

Baca juga: Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda mengatakan, dari beberapa keterangan saksi, pelaku penembakan terhadap Usman itu memiliki utang kepada korban.

Namun, ketika hendak ditagih, pelaku mengamuk dan menembak korban hingga tewas.

"Pelaku dan korban bertemu di eks lokalisasi Teratai Putihdi depan kafe Golden Star. Di sana korban menagih utang, namun pelaku marah," kata Rivanda saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X