Hasil Situng dengan Pleno KPU Padang Panjang Berbeda

Kompas.com - 29/04/2019, 16:41 WIB
Ilustrasi pemungutan suara ThinkstockIlustrasi pemungutan suara

PADANG, KOMPAS.com -Hasil Sistem Penghitungan Suara (Situng) Pemilu dengan pleno KPU Padang Panjang, Sumatera Barat, menunjukkan hasil yang berbeda untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Di situng yang sudah 100 persen, pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maaruf Amin mendapatkan 3.976 suara dan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 27.447 suara.

Sementara hasil pleno KPU Padang Panjang yang diumumkan Senin (29/4/2019), Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 3.993 suara dan Prabowo-Sandi 27.645 suara.

Baca juga: Prabowo-Sandi Menang di Padang Panjang dengan 87,38 Persen Suara

Menanggapi perbedaan itu, Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah yang dikonfirmasi Kompas.com, Senin (29/4/2019), menyebutkan, hasil pleno yang dilakukan pihaknya adalah yang sah.

"Kita sudah plenokan, penghitungannya secara manual dan berjenjang serta disaksikan oleh saksi kedua tim dan Bawaslu serta sudah ditandatangani," katanya.

Baca juga: Bawaslu Padang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 53 TPS

Sementara itu, Komisioner KPU Sumbar Gebril Daulai mengakui hasil rekap yang sah adalah hasil pleno dari KPU kabupaten dan kota yang dilakukan secara manual dan berjenjang.

"Untuk Situng penghitungannya berdasarkan scan dari C1 di tiap-tiap TPS dan bisa berbeda dengan hasil manual yang dilakukan KPU karena kalau ada kesalahan diperbaiki secara manual pula," kata Gebril.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X