Tertahan Banjir di Pasuruan, Penumpang Kereta Api Diantar Menggunakan Bus

Kompas.com - 29/04/2019, 14:52 WIB
Ilustrasi kereta api KOMPAS / AGUS SUSANTOIlustrasi kereta api

KOMPAS.com - Pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memindahkan penumpang sejumlah kereta api yang perjalanannya terganggu akibat banjir Pasuruan, Senin (29/4/2019).

Kereta api itu berangkat dari Banyuwangi pada Minggu (28/4/2019) malam. Tetapi sampai pukul 05.00 WIB, kereta api tertahan di Pasuruan.

Penumpang kereta api itu dioper menggunakan bus, dan selanjutnya diangkut kembali dengan kereta api.

Penumpang yang dioper memakai bus antara lain penumpang KA Mutiara Timur Malam rute Banyuwangi - Surabaya yang tertahan di Stasiun Pasuruan.

"Mulai pukul 04.00 WIB, kami berkoordinasi dengan PO bus untuk pengangkutan penumpang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember, Luqman Arief kepada Surya (TribunJatim.com Network), Senin (29/4/2019).

Baca juga: Pelecehan Seksual di Kereta Api, Ini Saran Komnas Perempuan untuk PT KAI

Penumpang pun ditawari berpindah naik ke bus untuk diangkut ke Bangil. Dari Bangil, penumpang diangkut lagi memakai kereta api berlanjut ke tujuan masing-masing.

Berdasarkan jadwal, kurang dari pukul 05.00 WIB, KA Mutiara Timur Malam sudah menurunkan penumpang di Stasiun Gubeng Surabaya.

Karena tertahan di Pasuruan, manajemen PT KAI Daop 9 Jember mengoper penumpang.

Bagi mereka yang tidak mau dioper, lanjut Luqman, bisa memilih opsi pengembalian tiket kereta api.

"Ada yang memilih tiket dikembalikan. Tetapi itu butuh proses. Untuk jumlah berapa penumpang yang memilih pengembalian tiket belum kami rekap," lanjutnya.

Baca juga: Akhir tahun 2020, Bandara Internasional Yogyakarta Dilengkapi Kereta Api Khusus

Opsi ini juga berlaku bagi penumpang KA Wijaya Kusuma rute Cilacap - Banyuwangi yang tertahan di Bangil.

Kereta api ini berangkat dari Gubeng sekitar pukul 00.30 WIB. Karena tertahan di Bangil, penumpang juga dioper memakai bus ke Stasiun Pasuruan.

Selanjutnya diangkut KA lain menuju rute yang dituju, mulai dari Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Jember - Banyuwangi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Karena Banjir di Pasuruan, Penumpang Kereta Dioper Menggunakan Bus



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X