Januari-Maret 2019, Produksi Minyak di Lapangan Migas Sukowati Naik

Kompas.com - 29/04/2019, 13:43 WIB
Diperkirakan, cadangan minyak bumi dalam negeri, yang merupakan sumber utama energi Indonesia, akan habis pada 2025.
shutterstock Diperkirakan, cadangan minyak bumi dalam negeri, yang merupakan sumber utama energi Indonesia, akan habis pada 2025.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sepanjang periode Januari-Maret 2019, Pertamina EP Asset 4, unit bisnis PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) membukukan produksi minyak sebesar 15.841 barel minyak per hri (BOPD). Jumlah itu tumbuh dibandingkan periode sama 2018 yang tercatat 12.660 BOPD.

Sedangkan produksi gas tercatat 183,55 juta standar kaki kubik per hari (MSCFD), atau naik dibandingkan kuartal I (Januari-Maret) 2018 yang tercatat 178,4 MMSCFD.

Agus Amperianto, General Manager Pertamina EP (PEP) Asset 4 mengatakan, Sepanjang kuartal I 2019 PEP Asset 4 Field Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memberi kontribusi terbesar produksi minyak PEP Asset 4 di kuartal I 2019, yaitu 8.996 BOPD.

Sisanya berasal dari Field Cepu di Kabupaten Blora Jawa Tengah sebesar 2.299 BOPD, Field Poleng di Kabupaten Gresik, Jawa Timur 2.632 BOPD, Field Donggi-Matindok di Kabupaten Banggai, Jawa Timur sebesar 814 BOPD, dan Field Papua 1.009 BOPD serta unitisasi Wakamuk 50 persen sebesar 90 BOPD.


Baca juga: PT Pertamina Desak BPH Migas Tertibkan Pertamini

“Sedangkan produksi gas berasal dari dari Field Cepu sebesar 68,45 MMCFD, Poleng 2,84 MMSCFD, Donggi-Matindok 98,69 MMSCFD, Papua 0,77 MMSCFD, dan Sukowati 12,80 MMSCFD,” ujarnya seperti dikutip dari rilis ke Kompas.com, Senin (29/4/2019).

Menurut Agus, peningkatan produksi migas di kuartal I 2019 didorong oleh keberhasilan reparasi sumur (remedial cementing dan perforasi) serta stimulasi di Field Sukowati.

Saat ini, reparasi sumur telah dilakukan pada sumur SKW-14, SKW-27, SKW-19, SKW-20, SKW-21, dan SKW-35.

Baca juga: SKK Migas Benarkan Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur akibat Penambangan Liar

Menurut Agus, dengan pertumbuhan produksi minyak dan gas tersebut maka sepanjang Januari-Maret 2019 pendapatan usaha PEP Asset 4 di kuartal I 2019 juga bertumbuh.

Yakni, mencapai 136 juta dollar AS, atau tumbuh dibandingkan periode sama 2018 sebesar 106 juta dollar AS. Sedangkan laba bersih naik dari 33 juta dollar AS pada kuartal I 2018 menjadi 48 juta dollar AS pada kuartal I 2019.

“Target kami dalam RKAP 2019 pendapatan mencapai 593 juta dollar AS dan laba bersih 165 juta dollar AS juta dengan asumsi harga minyak 70 dollar AS per barel,” ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X